Gerakan Tunas Bangsa

Gerakan Tunas Bangsa merupakan gerakan mentoring yang berfokus pada pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan melalui aktivasi nilai-nilai kebaikan dalam diri generasi muda bangsa Indonesia.

Keluarga Besar Gerakan Tunas Bangsa

Foto bersama pengurus dan mentee Gerakan Tunas Bangsa.

Mentee Gerakan Tunas Bangsa

Mentee Gerakan Tunas Bangsa adalah penerima beasiswa plus. Selain menerima beasiswa mereka juga menerima berbagai pelatihan pengembangan diri.

Mentor dan Mentee

Mentor memberi berbagai materi pengembangan diri kepada mentee

Penyerahan Beasiswa

Mentee menerima beasiswa plus.

In Class Training

Mentee menerima materi pengembangan diri yang dilakukan di dalam ruangan. Kami berkerja sama dengan sekolah mentee dalam melakukan kegiatan pelatihan.

Tampilkan postingan dengan label Prestasi Mentee. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi Mentee. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2018

Rencana Terbaik Tuhan


Berawal dari beberapa Organisasi  yang saya ikuti di kelas X seperti; OSIS, Pramuka, PBN, dan lain-lain. Dari sinilah saya mulai menerapkan apa saja yang telah di ajarkan di Tunas Bangsa. Saya mulai berani bertanya dan mengungkapkan pendapat saya, terkadang faktor malu, takut salah, dan takut terhadap senior sering mengganggu fikiran saya. Di organisasi Pramuka memang terdapat beberapa senior yang  amatlah baik, hingga beberapa teman menganggap “apa karena dia penggalang garuda di SMP? sehingga dinomor satukan disini”. “Mungkin hanya lencana garuda yang ia kenakan, tapi apakah kualitasnya sebaik dari apa yang ia kenakan?”. Awal dari perjalananku di SMK yang penuh dengan orang-orang hebat dan orang-orang yang meragukanku.

Benar ini baru awal, sehingga mereka melihat sisi luarku. Dari perkataan merekalah yang membuat “Saya harus melakukan kinerja yang baik di Organisasi ini”. Beberapa bulan kemudian diadakannya Pemilihan Calon Ketua OSIS SMKN 3 Kudus tahun 2016, melihat 3 foto kandidat terpajang di mading sekolah, dalam hati saya berkata “kapan saya akan seperti mereka?”. Sejak itu saya mulai fokus dengan tanggung jawab saya sebagai sekretaris OSIS di kelas X, tak lupa mengimbangi dengan tugas di ambalan sebagai Kerani. ‘Sama-sama bergelut di bidang Administrasi sungguh kebetulan yang indah’.

Waktu terus berlalu dengan cepat tanpa disadari, belajar, belajar, dan belajar dalam segala aspek. Hingga tiba saatnya untuk pemilihan ketua OSIS SMKN 3 KUDUS tahun pelajaran 2017/2018. Dan tak kupercaya bahwa namaku yang menjadi usulan ketua Osis periode lalu. Sungguhkah ini sebuah jawaban dari pertanyaanku?


Cindi menjadi salah satu kandidat ketua OSIS SMK 3 Kudus


Dan benar inilah yang terjadi, menjadi kandidat Calon Ketua Osis di periode ini. Semangat dalam berorganisasi pun semakin bertambah saat itu, siapapun yang akan terpilih nantinya saya akan siap menerima. Menjadi salah satu kandidat saya sudah sangat bersyukur, namun bukan alasan untuk  cepat puas akan apa yang belum didapatkan. Persiapan mulai dari visi misi, kampanye, dan mental tentunya. Bagaimana organisasi kedepannya, akan saya bawa kemana dan saya apakan jika saya terpilih. Hingga saat hari pemilihan pun telah tiba, alur pemilhan yang dilalui dengan lancar. Perhitungan suara pun dilakukan dan mendapatkan hasil akhir :
  1. Achmad Mukhoffifin                      : 176 suara
  2. Cindi Apreliani Citra Ayu N.N       : 351 suara
  3. Bagas Adi Saputra                          : 441 suara

Jelas siapa yang terpilih menjadi ketua osis periode ini, bukanlah hal yang terlalu saya pikirkan mengenai kegagalan ini.

Setelah beberapa bulan move on dengan kegagalan, akhirnya persiapan dan pematangan kelomppok teaterku berbuah hasil saat itu. Ini hasil jerih payah kami latihan beberapa minggu yang sangat menguras energi. Semoga ini tidak membuat kami tinggi hati dan puas diri.


Dan benar beberapa bulan kemudian kembali saatnya pemilihan Pradana di Ambalan. Dan tak pernah terpikirkan bahwa sayalah yang mendapat suara tertinggi di antara kandidat lain. Tepat tanggal 21 Desember 2017 pelantikan dilaksanakan di SMKN 3 KUDUS.

Pelantikan Pradana Ambalan SMK 3 Kudus.

Sebuah kesempatan yang digantikan kesempatan lain yang lebih berharga, semangat baru dan tanggung jawab lebih yang kupikul dalam organisasi ini. Dengan mengerahkan segala pikiran, ilmu, tenaga, kepengurusan yang terencana dan terarah. Sembari terus bertumbuh menjadi lebih baik, sikap senang mendelegasikan dan mengerjakan sesuatu untuk tim (anggota) tidak akan mengurangi jatah rezeki dan ilmu yang berkah untuk saya. Sekarang saya yakin bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik untuk masing-masing umatnya, hanya saja seberapa besar kita menghadapi tantangan yang berliku dan sabar untuk menghadapi.

Saya masih belajar untuk ini, dan perlahan saya akan mampu dengan semua itu. Saya yakin saya bisa dan kalian bisa lebih dari saya! yakin akan kemampuan yang kita miliki.

Karya : Cindi Apreliani Citra Ayu Neng Nera
(Mentee Gerakan Tunas Bangsa)

Share:

Rabu, 11 April 2018

Perjuangan Mentee Alditta untuk Menjadi Duta Muda Anti Narkoba Jawa Tengah 2018


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Apa kabar kawan? Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, ya… amiinn…

Februari lalu tepatnya 11-14 Februari 2018, 10 siswa/i termasuk saya diamanahi MAN 2 Kudus untuk mengikuti pemilihan Duta Muda Anti narkoba Jawa Tengah 2018. Di satu sisi, senang sekali. Namun di sisi lain, diamanahi mengikuti lomba ini cukup berat. Lantaran lomba ini tidak menganut syarat peserta yang dikategorikan sesuai pelajar/mahasiswa, melainkan usia 16-20 tahun. Jelas sekali, bukan? Pelajar akan bersaing dengan mahasiswa/i yang mungkin jauh berpengalaman. Aspek penilaian yang diajukan tidak hanya pandai dalam berpidato, namun juga berdiskusi, dan menyusun makalah.   


Kegiatan ini diadakan oleh Gannas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) & MUI (Majelis Ulama Indonesia) sehingga sebagian besar untuk pelajar yang diundang berasal dari madrasah, namun ada juga yang dari menengah atas dan kejuruan. Begitu pun mahasiswanya, pesertanya bebas kalangan dan agama, asalkan usianya berkisar 16-20 tahun. ^^ Tujuan diadakan kegiatan ini agar menambah aktif partisipasi pemuda-pemudi dalam keperduliannya terhadap Negara, mengingat Indonesia dewasa ini semakin marak saja kasus narkoba yang terjadi.  


Di hari pertama, saya akan melalui tahap FGD (Focus Group Discussion) yakni diskusi mengutarakan pendapat masing-masing mengenai permasalahan tentang narkoba di Indonesia. Alhamdulillah, lancar meskipun saya tidak bisa mendeskripsikan saya mampu menjawab pertanyaan dewan juri dengan benar atau tidak. Di hari kedua, yakni sesi pidato. Alhamdulillah, saya telah melakukannya dengan semaksial mungkin. Meskipun, ketika pungumuman grand final 25 besar menyatakan tidak tercantum nama saya. Namun, saya belajar banyak dari kegiatan ini. Setidaknya saya telah mencoba dan berikhtiar. Saya cukup bangga karena teman saya ada yang masuk sampai grand final 8 besar. Bahkan, Juara 2 Runner Up Duta Muda Anti Narkoba Jawa Tengah 2018.

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan, saya semakin memahami tentang kebersamaan bersama rekan-rekan saya, rasa grogi ketika tampil di khalayak ramai, segera melapor bila terjadi sindikat narkoba di lingkungan sekitar. Saya tidak merasa sedih bila tidak terpilih sebagai duta, karena siapapun dapat menjadi duta tanpa harus diberi award. Ya, saya akan berpartisipasi dan lebih tanggap bila terjadi sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Keberhasilan orang lain bukan berarti kegagalan bagi kita. Tidak ada sesuatu yang sia-sia, semua akan berdampak dalam kehidupan kita baik jangka pendek maupun panjang.



Share:

Selasa, 16 Januari 2018

Mulai Melangkah Jauh Menerima Amanah

Oleh : Naila Rahmaniyatul Wulida
Mentee Gerakan Tunas Bangsa
Mentee Naila Dilantik Menjadi Ketua IPPNU

Malam 8 desember 2017 adalah malam dimana saya akan dilantik menjadi ketua Ippnu Desa Karangmalang. Jantung sangat berdebar dan penuh kegelisahan dibalik senyuman dan kegembiraan didepan orang-orang. Saya selalu berfikir seketika, bagaimana saya bisa menjadi ketua, apakah saya bisa, bagaimana nanti dengan hantaman-hantaman yang akan datang, apakah saya bisa melewatinya, dan banyak lagi aku merenung. Namun semua itu hanya sia-sia saya pikirkan, saya harus bisa memotivasi diri sendiri dan mulai bangkit dengan hal baru yang akan memberikan saya banyak pengalaman dan pelajaran berharga.
Tiba saatnya aku bersaksi, berjanji dan mengatakan lafadz-lafadz dalam sekertas pelantikan. Sedikit gemetar aku tutupi dengan ketegasan dan kekuatan memulai langkah baru menjadi ketua. Pelantikan itu saya dan teman-teman adakan bersamaan pengajian Maulid Nabi di lingkungan masyarakat desa. Mungkin saya mengejutkan ibu dan keluarga lainnya ketika menaiki panggung, memakai jaz hitam dan dilantik menjadi ketua.
Banyak masyarakat yang berkomentar positif tentang saya dan memotivasi saya, saya anak orang biasa yang tak banyak dikenal orang apalagi orang tua saya, setelah pelantikan itu banyak bertanya-tanya anak siapa itu? Dan nama bapak-ibu saya mulai disebut-sebut. Bahagianya saya ketika bapak-ibu saya mulai terkenal dan dikenal sebagai orang tua hebat karena dibalik kehebatan anak-anaknya ada jasa dan pengorbanan orang tua yang berhasil mendidik anaknya.

            Sebuah tanggung jawab dan amanah yang berat bagi saya karena baru pertama saya benar-benar akan menghadapi masyarakat langsung setelah resmi menjadi ketua Ippnu Desa Karangmalang. Menjaga anggota-anggotanya, menyayangi dan memperhatikan mereka, mengayomi dan memajukan desa Karangmalang. Saya dan teman-teman akan mulai melangkah melaksanakan beberapa progam kerja yang kebanyakan langsung terjun ke masyarakat. Kami siap menghadapi setiap rintangan, ocehan dan apapun itu. Semoga sukses dalam menjalani semua tanggung jawab ini selama 2 tahun, berjuang di jalan Allah dan mempertahankan kebenaran. Amiin

Share:

Selasa, 28 November 2017

Nailul Akhla Alfatimi, Juara 2 kategori MC

Saya Nailul Akhla Alfatimi Mentee Gerakan Tunas Bangsa dari MAN 2 Kudus. Sabtu, 25 November 2017 Alhamdulillah saya mendapatkan Juara 2 kategori MC dalam lomba PORSENI dan OLIMPIADE yang diselenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Dawe. Rasa senang dan bangga tentu saya rasakan, usaha dan kerja keras saya lalui dengan penuh perjuangan.

Dimulai dari saya ditunjuk sebagai perwakilan ranting untuk mengikuti lomba tersebut merupakan suatu amanah yang harus saya lakukan dengan semaksimal mungkin, belum lagi deadline tugas sekolah yang harus diselesaikan. Bahkan ketika H-1 sebelum lomba berlangsung, ada perubahan naskah MC yang disediakan panitia.

Dari hal tersebut saya belajar bagaimana memanage waktu dengan baik, antara tugas sekolah dan tugas rumah harus berjalan dengan seimbang. Giat berlatih dan berusaha walaupun saat itu kondisi tubuh kurang fit, saya lakukan dengan semaksimal mungkin.

Apapun rintangan dan tantangan yang kalian hadapi, lakukanlah semuanya dengan niat ikhlas karena Allah, berusaha membanggakan orang lain, dan jadilah pribadi yang pantas bukan pribadi yang getas. Insha Allah hasil tidak akan mengkhianati dengan usaha yang kita lakukan.

Share:

Minggu, 29 Oktober 2017

Percaya Diri Membawa Saya Mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah Jawa Tengah




Pada Jum’at 15 September 2017, saya Cindi Apreliani Citra Ayu (Mentee Gerakan Tunas Bangsa dari SMK 3 Kudus) dan seluruh siswa perwakilan sekolah masing-masing mengkuti seleksi Perkemahan Wirakarya Daerah IX kwartir Daerah Jawa Tengah Kontingen KUDUS. Saya terpilih untuk mewakili Kwarcab Kudus dalam kegiatan ini bersama teman-teman lainnya yang lolos seleksi ketat sebelumnya.

            Setibanya di sanggar Kwarcab Kudus, kami semua kontingen semangat untuk mengikuti seleksi ini. Rasa minder pasti ada ketika menatap semua teman-teman yang memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa dalam bidang kepramukaan. Namun hal tersebut menjadi pacutan semangat untuk saya Pribadi dalam mengikuti seleksi ini. Berbekal persiapan fisik, materi, doa dari orang tua dan rasa percaya diri yang saya punya, membuat saya berani untuk mengikuti seleksi dalam kegiatan ini.


            Beberapa tahapan Tes Seleksi telah saya ikuti dimulai dari Tes Fisik, Tes Tertulis, dan Wawancara. Setelah lama menunggu beberapa hari kemudian akhirnya nama saya tercantum dalam pengumuman di IG DKC Kudus, dan dinyatakan lolos mengikuti PWD JATENG IX. Nama saya berada diantara 20 peserta yang lolos dari 86 peserta seleksi pramuka penegak dan pandega se-Kabupaten Kudus. TC (Training Centre) 12 kali latihan pun saya ikuti dengan penuh semangat untuk bisa memberikan yang terbaik di acara Perkemahan Wirakarya Daerah Jawa Tengah nantinya.

Tanggal 17-23 OKtober 2017 saya pun mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah IX Jawa Tengah Kwartir Daerah Jawa Tengah kontingen Kudus, di desa Karanggadung kecamatan Petanahan Kab, Kebumen.

Selama seminggu saya mengikuti berbagai giat disana, inti dari kegiatan ini adalah berbakti kepada masyarakat. Berikut gambaran kegiatan kamis selama pekemahan berlangsung.
  • Giat Umum (Upacara Pembukaan PWD,Welcoming Party, Rembugan Bareng Mas Ganjar, Pengajian, Pesta Rakyat Wirakarya, Api Unggun Dan Malam Cakra, Upacara Penutupan PWD)
  • Giat Rutin (Korve, Olah Raga, Upacara Pengibaran Bendera, Upacara Penurunan Bendera, Pam Swakarsa)
  • Giat Bakti Fisik (Bedah dan Benah Rumah, Pembangunan Talud, Pembangunan Sanitasi dan Jambanisasi, Pembuatan Fasilitas Desa Ramah Anak, Perbaikan Tempat Ibadah, Bersih Desa)
  • Giat Bakti Non Fisik (Aksi Perlindungan anak dan Gender, Fund Raising, Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, Pembuatan Perpustakaan Desa, Posyandu Lansia, Penanaman Pohon, Jika Aku Menjadi)
  • Giat Keterampilan (Pembuatan Makanan Khas Kebumen, Pembuatan Kerajinan Khas Kebumen, Belajar Tari Khas Kebumen, Pelatihan Penggunaan Radio Lokal, Teknik Pemeriksaan Kesehatan)
  • Giat Wawasan (Jurnalistik, Pramuka Masa Kini, Enterpreneurship, Sosialisasi SOP Gudep Perti, Peningkatan Kualitas PKK, We Are Volunteer, Konvensi Hak Anak)
  • Giat Persaudaraan (Temu Pinsa, Outbond Pantai, Pentas Seni, Permainan Tradisional, Pramuka Mengajar, Anjangsana)
  • Giat wisata (Paket Wisata)
  • Giat Pinkoncab dan Bindamping (Welcome Night, Temu Pinkon, Pelatihan Pembuatan Makanan Khas, Wisata, Workshop, Bedah dan Benah Rumah, Futsal Cup)


Alhamdulillah acara berjalan lancar. Saya bersyukur atas pengalaman ini, karena saya mendapatkan banyak ilmu, teman, dan belajar tentang ilmu kehidupan. Nilai-nilai yang saya miliki semakin kuat dan membentuk karakter diri saya. Percaya diri, pantang menyerah, terus berjuang, memberikan yang terbaik, kerjasama, rendah hati dan terus belajar adalah beberapa hal yang saya dapatkan dan akan terus saya kembangkan.
Share:

Selasa, 19 September 2017

Buah Manis dari Sebuah Perjuangan





“HASIL TIDAK AKAN MENGHIANATI PROSES”  sebuah ungkapan yang tidak asing lagi di telinga kita. Tertanam dengan rapi lewat berbagai figur dalam diri kita, ungkapan sederhana yang menjadi sebuah pedoman bagaimana kita bertindak, menghadapi masalah, dan juga bagaimana kita melakukan hal terbaik dalam usaha berjuang. Terkadang kita terlena dan mudah menilai sebuah hasil tanpa melihat bagaimana latar belakang proses tersebut. Manakah yang penting? Proseskah? Hasilkah?

Hari itu merupakan sebuah kejutan bagi saya berkesempatan menduduki peringkat yang mana peringkat tersebut adalah peringkat yang di idam-idamkan oleh semua peserta lomba esai. Sebuah harapan yang hampir sirna karena kelalaiannya saya sendiri. Waktu itu saya terlambat mengirimkan karya saya dari dateline yang sudah ditentukan oleh panitia. Perasaan kecewa sempat menghampiri karena sudah jauh-jauh hari saya mempersiapkan semuanya. Hanya karena kurang teliti membaca waktu yang ditentukan oleh panitia untuk pengiriman karya masing-masing peserta. Entah kenapa diri ini tidak bisa menerima dan menyerah begitu saja, setelah sempat menghubungi panitia penyelenggara dan saya dapatkan  jawaban dengan lembutnya kalau sudah ditutup terdengar begitu renyah dengan selingan kata penyemangat. Akan tetapi dengan bermodal nekad dan didukung oleh keyakinan yang kuat saya berusaha memperjuangkan apa yang sudah saya usahakan, tidak ada perasaan ragu sedikitpun untuk mengirimkan karya saya walaupun saya tau saya sudah terlambat dan panitia sudah menutupnya.

Sebuah momen indah saya dapatkan dengan penuh rasa syukur saya ikut berpartisipasi dalam event Pekan Inspirasi Kudus dalam mata lomba menulis esai. Pada dasarnya semua yang kita lakukan dengan dasar kebaikan dan niat yang benar sekecil apapun tidak akan sia-sia, hari ini, esok, ataupun lusa pasti kita akan memanennya. Nikmati setiap proses yang kita jalani dan lakukan dengan sungguh-sungguh karena disitu pula kita dinilai seberapa pantaskah kita mendapatkan hasil yang kita inginkan. Jangan takut mencoba karena menoba merupakan pembelajaran hidup yang sangat berharga untuk meng-upgrade diri kita, jangan takut salah karena lewat kesalahan lah kita belajar arti pantang menyerah, kalau gagal langsung hijrah putar haluan mencapai yang lebih tepat untuk diri kita. Proses lebih penting karena kembali ke awal bahwa “HASIL TIDAK AKAN MENGHIANATI PROSES”.

Penulis :
Setya Wardani (Mentee Gerakan Tunas Bangsa)



Share:

Semangat untuk Maju dan Berproses Menjadi Lebih Baik

Oleh :
Nailul Akhla Alfatimi

(Mentee Gerakan Tunas Bangsa)
Nailul bersama para pemenang yang lain

Tak dapat terlukiskan seberapa besar kebahagiaan yang saya rasakan, minggu sore tanggal 27 Agustus 2017 tepat pukul 17.00 WIB saya mendapatkan pengumuman bahwa saya mendapatkan juara 3 lomba esai yang diseleggarakan oleh Kelas Inspirasi Kudus yang diadakan di Plasa Kudus Extension Mall. Sungguh saya tak pernah menyangka sebelumnya, bagaimana tidak? esai yang saya buat hanya dalam waktu semalam itu ternyata masuk dalam 3 besar.

Jujur ini adalah pengalaman pertama dalam membuat esai dan sama sekali belum tahu bagaimana teknik dan kaidah penulisan esai yang baik dan benar. Saya bingung harus memulainya dari mana, akhirnya setelah beberapa kali searching di internet sedikit demi sedikit mulai paham dan selanjutnya mencoba mengkonsultasikannya dengan guru pembimbing.  Melalui guru pembimbing inilah sedikit demi sedikit kemampuan menulis saya mulai terasah, karena dengan adanya pembimbing dorongan untuk menyelesaikan sebuah karya akan semakin kuat karena harus mengejar deadline yang ada.

Selain itu, dukungan dari orang tua juga memiliki posisi yang sangat penting, tanpa beliau dorongan untuk berprestasi pasti kurang memiliki semangat yang lebih, karena dari do’a dan dukungan beliau lah yang tentunya mengantarkan saya dapat meraih ini. Apalagi ketika orang tua melihat saya naik ke panggung untuk penyerahan penghargaan, begitu bangganya beliau, terharu, dan bahagia,  bukan hanya karena anaknya bisa menang, tetapi beliau tahu bagaimana usaha dan proses yang telah anaknya lakukan demi membuat semua orang bangga kepadanya.
Nailul Menerima Penghargaan dari Panitia Pekan Inspirasi Kudus

Sesungguhnya kalah menang adalah hal yang sangat biasa, jatuh bangun pun harus tetap dijalani karena justru dari itulah motivasi untuk terus berusaha mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi akan semakin tertanam kuat. Begitu pula dengan saya, sudah kesekian kalinya juga saya telah mengalami banyak kegagalan dan dari kegagalan itulah semangat untuk terus belajar mengevaluasi diri semakin tertanam kuat. Kerja keras dan tekad yang kuat juga dibutuhkan, karena dari situ keinginan untuk maju meraih apapun yang diharapkan insya Allah dapat tercapai kelak dikemudian hari.

Share:

Rabu, 24 Mei 2017

Pramuka Mengantarkanku Ke Bangka Belitung dan Menjadi Juara Umum PPMN 2017

Oleh :
Ahmad Fahmi Fawaid
(Mentee Gerakan Tunas Bangsa dari MAN 2 Kudus)


Berawal dari sebuah mimpi, kemudian aku wujudkan dengan semangat membara bersama teman-teman pramukaku. Aku dan 15 temanku yang juga dari satu madrasah merajut kebersamaan, kekompakan hanya dengan tujuan membanggakan nama madrasah. Lebih sulit memang karena kami berkelompok dan harus menyatukan segalanya agar tercipta keselarasan dan keserasian.

Hampir setiap hari aku dan teman-teman latihan walau hanya sekedar pemanasan. Kadang akupun merasakan titik kejenuhan selama latihan. Waktu bersama keluarga hilang karena seringnya latihan.  Sanggar pramuka MAN 2 KUDUS telah menjadi layaknya rumah baru untukku. Badan menghitam tak menjadi penghalang untuk melanjutkan perjuangan.

Tak mudah rasanya untuk dapat menikmati ataupun hanya sekedar mendengar kata PPMN (Perkemahan Pramuka Madrsah Nasional) karena PPMN yang sesungguhnya masih jauh dari langkah. Kakiku mulai yakin melangkah setelah mendapat restu dari orangtua dan pada akhirnya saya dan teman-teman satu regu memulai langkah pertama di tingkat karesidenan. Bertempur sengit tetapi tetap menjaga sportifitas, saling mendoakan dan memberi semangat itulah sesungguhnya anak pramuka. Sampai pada akhirnya MAN 2 kudus-lah yang lolos mewakili karesidenan Pati melaju ketingkat provinsi.

Istirahat dua minggu untuk menyusul pelajaran yang tertinggal aku manfaatkan sebaik mungkin. Sampai pada akhirnya aku sukses melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester).

Perjuangan kembali dimulai untuk melaju ketingkat provinsi. Bersama 5 karesidenan lain kami menjalin silaturrahim dan tetap berjuang untuk kemenangan. Lebih sedikit memang, tapi persaingan positif semakin kritis karena memang dari segi kualitas semua peserta memiliki kualitas yang bagus. Walaupun kami bersaing, tetapi pada hakekatnya kami adalah keluarga dan saudara. Dari seleksi di Tingkat Karisidenan Pati ini, akhirnya MAN 2 Kudus, baik putra dan putri dinyatakan sebagai juara dan mewakili Jawa Tengah untuk Perkemahan Pramuka Nasional ke-3 di Selawang Segantang, Koba, Bangka Tengah, Kep. Bangka Belitung pada tanggal 14-20 Mei 2017.

Dengan persiapan yang matang, kami yakin Jawa Tengah optimis menjadi jawara. Seminggu bukan waktu yang singkat, dengan cuaca yang ekstrim melebihi jawa membuatku harus siap fisik dan mental.  Bertemu dengan teman dari seluruh Indonesia dengan bermacam suku, bahasa tetapi tetap satu keyakinan tentunya menambah banyak sekali ilmu dan pengalaman.

Acara Perkemahan Pramuka Nasional ke-3 ini dibuka oleh kak Adhyaksa Dault selaku Kakwarnas Gerakan pramuka dan Bapak Lukman hakim selaku Menteri Keagamaan Republik Indonesia yang menyampaikan apresiasinya kepada pramuka madrasah indonesia.  Terdapat rekor muri dengan pembacaan Talibun dengan pelansir terbanyak yakni 2000 orang membuatku semakin kagum betapa meriahnya kegiatan ini.


Lomba demi lomba terlalui dengan lancar dan pada puncak acaranya yakni di malam penganugrahan aku menyendiri, hanya berpasrah menunggu pengumuman tiba. Para juara telah maju satu persatu keatas panggung utama dan pada akhir pengumuman disampaikan bahwa juara umum PPMN ke-13 ini adalah dari Jawa tengah.

Sujud syukurku dan teman-teman lakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberi kami anugrah yang cukup mulia. Masih tak menyangka ini adalah nyata. Rasa kesal, letih, lesu terbayar sudah atas kemenangan ini. Walaupun demikian aku dan teman-teman tetap rendah hati dan tidak sombong.

Aku mengikuti 5 cabang lomba yaitu :
  1. ·         Inovasi kewirausahaan juara 1
  2. ·         Pengibaran bendera dan yelyel Juara 2
  3. ·         Pionering aplikatif juara 2
  4. ·         Orienteering putra juara 3
  5. ·         Tari kreasi islami juara harapan 3

Kini Aku semakin mengerti bahwa sesungguhnya niat yang tulus dan ikhlas, usaha yang keras, diiringi doa yang lancar akan membuahkan kesenangan tersendiri untuk pribadi masing masing kedepannya.


Share:

Sabtu, 13 Mei 2017

Manisnya Keberhasilan Bermula dari Kegagalan

Oleh: Naila Rahmaniyatul Wulida
Juara 1 LKTI Tingkt SMA/sederajat Se-Indonesia dalam rangka pekan pustaka ke-II perpustakan STAI AL Anwar Sarang
 
Naila Menerima Sertifikat dan Tropi Juara
Awal mula sebuah keberhasilan adalah kegagalan. Jangan kira keberhasilan itu mudah didapatkan. Semudah-mudahnya lawan tetap menjadi tantangan dalam meraih keberhasilan. Lawan di dalam sebuah kompetisi bukanlah seorang musuh bagi Naila melainkan teman seperjuangan yang dapat membangkitkan semangatnya untuk menjadi yang terbaik.

            Kegagalan itu pasti, tugas kita adalah menghabiskan jatah kegagalan itu. Itulah motivasi yang didapatkan dari Tunas Bangsa dan itu pula yang dialami oleh wanita yang hobi berbicara di depan cermin itu. Tiga dari dua kompetisi LKTI yang diikuti, dua diantaranya mengalami kegagalan, mulai dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sampai LKTI Disbudpar Jawa Tengah tentang Cagar Budaya. Awalnya, kekecewaan dan penyesalan muncul seketika di benak Naila tetapi dalam sekejap juga dia harus menghapus dan merubah rasa kekecewaan dan penyesalan itu. Naila pun berhasil merubahnya menjadi semangat baru untuk berjuang kembali di ajang kompetisi LKTI. Keinginanya untuk memenangkan kompetisi LKTI semakin besar. Dia ingin sesekali memenangkan kompetisi LKTI tidak peduli seberapa banyak kegagalan yang akan dilaluinya. Naila justru semakin penasaran apa saja kesalahan-kesalahan dari KTI yang dibuat.  Ilmu dan pengetahuannya semakin bertambah apalagi pengalamannya. Begitu banyak pelajaran baik yang didapatkan.


            Naila tak melihat bagaimana teman-temannya menghabiskan hari libur untuk bertamasya dan bersenang-sernang. Berbeda dari itu, Naila menghabiskan hari-hari liburnya untuk mengerjakan dan memeperbaiki KTI nya. Tak hanya itu, tengah malam sebagai jatah tidur juga digunakan untuk mengerjakan KTI. Ketika yang lainnya mulai tidur Naila tetap bangun dan menghabiskan tengah malamnya bersama suara ketikan di laptopnya. Selain itu, kerjasama team bersama seorang partner sangat penting bagi Naila, karena kerjasama yang baiklah keberhasilannya dapat diraih hingga memperoleh Juara 1 LKTI Tingkat SMA/sederajat Se-Indonesia dalam rangka pekan pustaka ke-II perpustakan STAI AL Anwar Sarang.

            Disini, pelajaran yang juga sangat penting adalah bagaimana sebagai seorang generasi muda yang bijak menggunakan waktu yang terus berjalan dengan baik. Menyibukkan diri itu mudah tetapi bagaimana memanage waktu itu yang tidak mudah. Selain itu, Naila juga belajar bagaimana menghargai karya orang lain, salah satunya dengan memahami berbagai kutipan dalam buku seseorang sebagai rujukan Karya tulis ilmiahnya.

            LKTI yang dimenangkannya itu belum apa-apa bagi Naila. Itu masih kecil dan masih banyak ilmu yang tertinggal. Dia tak hanya ingin berhenti disini. Naila terus berusaha untuk meningkatkan gaya prestasinya. Jujur, dia merasa iri dengan teman-temannya yang berhasil meraih keberhasilan lebih baik darinya tetapi rasa iri itu berujung dengan baik karena dapat mengubah menjadi semangat yang membara dalam dirinya untuk menjadi orang yang kian sukses. Jatuh bangun Naila dalam kompetisi LKTI dilalui bersama dengan salah satu temannya, tidak lain adalah Nailul. Begitu banyak kisah-kasih dan perasaan yang ingin di ungkapkan, tetapi berapa lembar sudah yang ditulisnya. Cukup sekian terimakasih. JJ

            
Share:

Jumat, 12 Mei 2017

Mentee Gerakan Tunas Bangsa Ikut Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS SMA/SMK Se-Kabupaten Kudus


Mentee MUHAMMAD EDI SUSANTO (SMK 3 KUDUS) & AHMAD DANIYAL (SMA NU HASYIM ASY'ARI) Baru saja menyelesaikan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Osis SMA/SMK Se-Kabupaten Kudus.


Kegiatan tersebut sangat khusus, karena tiap sekolah hanya boleh mengirimkan 1 siswa terbaik untuk ikut pelatihan kepemimpinan yang akan di didik langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus. Jadi yang mewakili kegiatan tersebut bukanlah siswa yang biasa saja, tetapi termasuk siswa terpilih dari ribuan lebih siswa dari masing-masing sekolah.

Pelatihan tersebut diadakan di Gedung Dekopinda Kab. Kudus, selama 3 hari,dari pukul 7.00 - 15.00 WIB.

Hari pertama di isi kegiatan materi bertema tentang menjadi seorang pemimpi yang baik dan perkenalan. Hari kedua kegiatan tata upacara bendera, kegiatan ini berupa praktek upacara dengan benar yang dibimbing oleh purna paskibraka Indonesia. Kegiatan ini selain memberikan pelajaran, juga melatih fisik karena kegiatan ini dimulai dari jam 9 sampai jam 1 siang.

Hari ketiga semuanya tetap semangat, dan hari terakhir ini kegiatannya PBB dan seleksi paskibraka tahap awal, kegiatan ini lebih ekstrim. Latihan PBB dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, fisiknya tidak tanggung-tanggung, karena ada lari lapangan beberapa kali.

Setelah seleksi selesai, hasilnyapun diumumkan dan yang lolos pun diberi surat untuk mewakili sekolah nya mengikuti seleksi paskibra tahap awal di GOR Kudus. Alhamdulilah MUHAMMAD EDI SUSANTO berhasil lolos untuk mewakili SMK N 3 KUDUS ikut seleksi PASKIBRA Kabupaten Kudus.

Dan setelah pengumuman diberitahukan, kegiatan pun ditutup. Kemudian, semua peserta pun saling berjabat tangan dan memberi kenangan berupa foto bersama.

Dari Kegiatan ini, saya belajar tentang seperti kedisiplinan, ketangguhan mental dan fisik, bertanggung jawab serta keberanian diri. Semoga saya bisa selalu disiplin, tangguh, bertanggung jawab dan memiliki keberanian dalam menggapai cita-cita saya.


Penulis:
MUHAMMAD EDI SUSANTO (SMK 3 KUDUS), Mentee Gerakan Tunas Bangsa
Share:

Nailul Akhla Alfatimi : Juara 2 dalam lomba KTI Tingkat SMA/Sederajat Se-Indonesia

Perjuangan yang sebenarnya adalah ketika kita telah mengalami sebuah kegagalan, karena dari kegagalan itu kita berproses untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Seperti pengalaman yang pernah saya alami, sebelum mendapatkan keberhasilan ini banyak sekali kegagalan yang saya peroleh. Dimulai dari mengikuti lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah) di LIPI (Lembaga Pengetahuan Indonesia), lomba KTI cagar budaya di DISBUDPAR Jawa Tengah, dan sebagainya. Melalui banyak kegagalan tersebut, saya terus berusaha dan mencoba memperbaiki kesalahan apa saja yang harus saya benahi dalam pembuatan KTI selanjutnya. Hingga akhirnya, alhamdulillah saya berhasil mendapatkan juara 2 dalam lomba KTI Tingkat SMA/Sederajat Se-Indonesia dalam rangka pekan pustaka yang diadakan oleh STAI Al Anwar Sarang Rembang pada tanggal 7 Mei 2017.


Keberhasilan tersebut tentunya tidak akan saya raih tanpa support dari orang tua dan sahabat. Dukungan dari orang tua merupakan salah satu sumber semangat dan alasan saya untuk terus berjuang dan membanggakan beliau. Terlebih lagi, adanya seorang sahabat juga berperan penting dalam pemberi semangat dihidup saya, dari dia saya belajar untuk selalu kuat, sabar, tidak mudah menyerah, dan terus berjuang bersama-sama meraih sebuah keberhasilan, dialah naila yang juga merupakan salah satu mentee dari gerakan tunas bangsa.

Dari kegagalan-kegagalan tersebut saya mencoba bangkit dan mengikuti loma karya tulis yang lain, dan karya tulis yang telah berhasil mendapatkan penghargaan tersebut mengangkat judul tentang Implementasi Kurikulum Madrasah Berbasis Riset untuk Mewujudkan Generasi Intelektual yang Unggul dan Berkarakter, lokasi penelitian yang saya ambil adalah di MAN 2 Kudus sendiri yang sudah menerapkan kurikulum berbasis riset tersebut. Dalam penelitian ini sampel yang saya ambil adalah beberapa siswa MAN 2 Kudus yang pernah mengikuti lomba riset dan juga beberapa guru pembimbing riset.


Ada berbagai rintangan dan hambatan yang harus saya lalui dalam proses pembuatan KTI ini, mulai dari proses penentuan judul penelitian, pengajuan judul ke guru pembimbing, penentuan objek dan lokasi penelitian, pembuatan proposal dengan banyaknya revisi, melakukan penelitian yang membutuhkan waktu satu bulan lebih untuk mendapatkan data yang benar-benar valid, hingga akhirnya karya tulis tersebut lengkap mulai dari bab 1 - bab 5. Namun, hal tersebut pasti akan terasa sulit jika tidak adanya kerja sama dari seorang partner. Bagi saya dengan adanya partner beban kita akan terasa sedikit lebih berkurang, dengan saling bertukar pikiran, pendapat, dan saling membantu satu sama lain. Maka, bentuklah kerja sama yang baik dengan partner kalian sehingga lebih  mudah dalam proses penyelesaian kara tulis itu.

Dari beberapa proses tersebut tentunya juga dibutuhkan kesabaran yang ekstra, dan bagi saya hal itu sangat sulit dilakukan karena mengingat setiap orang juga pasti mempunyai rasa bosan dan kejenuhannya tersendiri, dan sempat juga terlintas dalam pikiran saya keinginan untuk menyerah dan berhenti. Tetapi, keyakinan dan tekad yang kuat dalam diri saya lah yang selalu menguatkan saya dan menghilangkan semua pikiran-pikiran negatif itu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat lagi, mengingat tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan berharga seperti ini.

Tertanamnya sikap disiplin juga sudah saya rasakan dengan adanya pembuatan karya tulis ilmiah ini, karena dari situ saya dituntut untuk bisa menyelesaikan karya tulis tersebut sesuai dengan deadline yang ada, mulai dari penyetoran bab 1, bab 2, yang harus jadi pada tanggal sekian dan sekian. Tetapi, dari hal itu saya belajar bagaimana menghargai waktu dan tentunya juga bagaimana menghargai orng lain. Dari situlah saya berproses untuk menjadi lebih baik lagi.


Untuk itu, jika kita telah mengalami kegagalan janganlah mudah menyerah, nikmatilah sebuah proses kegagalan, habiskanlah kuota kegagalan itu, karena dari proses tersebut kita bisa memperbaiki diri kesalahan-kesalahan apa saja yang telah kita lakukan hingga nantinya akan berproses menuju ke yang lebih baik lagi. Karena sebenarnya belajar dari proses itu jauh lebih penting yang akhirnya akan mengantarkan kita pada sebuah keberhasilan. Karena jika kita melakukan sesuatu yang baik, percayalah bahwa Allah pasti akan membalasnya dengan sesuatu yang baik pula.😁


Nailul Akhla Alfatimi
XI-IIB 2 MAN 2 Kudus
Mentee Gerakan Tunas Bangsa
Share:

Like Fanpages