Gerakan Tunas Bangsa

Gerakan Tunas Bangsa merupakan gerakan mentoring yang berfokus pada pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan melalui aktivasi nilai-nilai kebaikan dalam diri generasi muda bangsa Indonesia.

Keluarga Besar Gerakan Tunas Bangsa

Foto bersama pengurus dan mentee Gerakan Tunas Bangsa.

Mentee Gerakan Tunas Bangsa

Mentee Gerakan Tunas Bangsa adalah penerima beasiswa plus. Selain menerima beasiswa mereka juga menerima berbagai pelatihan pengembangan diri.

Mentor dan Mentee

Mentor memberi berbagai materi pengembangan diri kepada mentee

Penyerahan Beasiswa

Mentee menerima beasiswa plus.

In Class Training

Mentee menerima materi pengembangan diri yang dilakukan di dalam ruangan. Kami berkerja sama dengan sekolah mentee dalam melakukan kegiatan pelatihan.

Minggu, 28 Mei 2017

Kupas Kiat Lolos Seleksi Wawancara



Gerakan Tunas Bangsa kembali mengadakan  sebuah  acara. Kali ini Gerakan Tunas Bangsa menggelar acara seminar yang membahas tentang materi wawancara yang diadakan pada tanggal 25 Mei 2017. Mengingat pentingnya sebuah tahapan wawancara dalam seleksi kerja dan beasiswa maka sangat diperlukan kiat khusus agar dapat lolos pada tahap berikutnya. Seminar yang mengangkat tema Mengenal Wawancara dan Kiat Sukses Lolos Wawancara Kerja, Kuliah, dan Beasiswa ini diselenggarakan  di SMK Wisudha Karya Kudus. Acara tersebut terbuka untuk umum dan  dihadiri sekitar 80 orang peserta.


Seminar yang dibuka pada pukul 14:00 itu menghadirkan pembicara Suhariyanto Putra yang merupakan seorang trainer,motivator,assessor, HR praktisi,dan Alumni Indonesia Mengajar. Acara diawali oleh pembukaan dari Mentee Tunas Bangsa sebagai Master of Ceremony Aulin Nurulia dan Setya Wardani. Kemudian dilanjutkan pemaparan tentang pengenalan Gerakan Tunas Bangsa oleh M. Fais Yusron dan Achyar Mabruri, keduanya juga merupakan Mentee Tunas Bangsa 2015.


























Acara inti, penyampaian materi seminar  oleh Suhariyanto Putra dengan moderator Ahmad Sa’dun dan Lana Alfiyana. Pembicara yang juga merupakan founder Gerakan Tunas Bangsa ini menyampaikan kiat untuk dapat mempresentasikan diri kita dengan baik saat wawancara berlangsung. Pembicara juga menyampaikan hal yang perlu dipersiapkan dan yang harus dilakukan saat wawancara. Untuk menjawab pertanyaan wawancara pembicara memaparkan tentang teknik  STAR. Teknik ini merupakan sebuah akronim yang terdiri atas beberapa langkah. Huruf S untuk Situation cara menjawab dengan menceritakan pengalaman terkait topik tertentu. T untuk Task dengan menjelaskan tugas yang berhubungan dengan situasi yang sudah dijelaskan.  Selanjutnya, menjelaskan langkah nyata untuk menjawab situasi dan tugas yang telah diselesaikan merupakan  teknik A untuk Action. Dan terakhir, R untuk Result yaitu menjelaskan hasil dari action yang sudah dilakukan.



Dengan adanya seminar ini, diharapkan peserta dapat mampu mengikuti seleksi wawancara dengan baik  dan dapat lolos dalam tes kerja maupun bersaing untuk memperebutkan beasiswa. Peserta mengikuti seminar dengan penuh antusias, dan seminar ini berlangsung secara tertib.  Terakhir acara ditutup oleh sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri.



Share:

Rabu, 24 Mei 2017

Kesuksesan Datang Pada Seseorang yang Mau Berusaha

INDAR RIZKY (Mentee Gerakan Tunas Bangsa), Berhasil meraih prestasi Ranking 1 Paralel Kelulusan 2017 SMP 1 Jati Kudus)

Tanggal 19 Mei 2017 kemarin, seperti biasa sekolah saya mengadakan acara tahunan yaitu pelepasan siswa siswi kelas IX. Hal yang mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumya adalah acara kali ini ditujukan kepada saya & teman-teman selaku kelas IX. Selain itu, waktu acara perpisahan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu hari jumat setelah salat jumat. Acara demi acara dilalui dengan tertib. Pada saat acara sambutan kepala sekolah, diumumkan siswa-siswi peraih 10 besar untuk nilai semester terakhir (berhubung nilai UN belum keluar, maka diganti nilai semester terakhir).

Pada saat itu saya pribadi merasa takut. Diumumkanlah peringkat pertama dengan nama saya. Kesepuluh anak yang diumumkan segera naik panggung bersama dengan orang tua untuk diberi medali. Saya sangat senang bahkan tidak percaya. Karena sejak kelas 7 sampai 8, saya tidak pernah mendapatkan peringkat pertama. Bahkan pada awal kelas IX peringkat saya menurun drastis dan mulai saat itu saya harus bekerja keras.


Mungkin ini hanya prestasi kecil, tapi saya cukup bangga dengan apa yang telah saya capai. Saya berharap prestasi ini dapat memacu saya meraih prestasi yang lain.

"Kesuksesan datang pada seseorang yang mau berusaha (Indar Rizky)"
Share:

Pramuka Mengantarkanku Ke Bangka Belitung dan Menjadi Juara Umum PPMN 2017

Oleh :
Ahmad Fahmi Fawaid
(Mentee Gerakan Tunas Bangsa dari MAN 2 Kudus)


Berawal dari sebuah mimpi, kemudian aku wujudkan dengan semangat membara bersama teman-teman pramukaku. Aku dan 15 temanku yang juga dari satu madrasah merajut kebersamaan, kekompakan hanya dengan tujuan membanggakan nama madrasah. Lebih sulit memang karena kami berkelompok dan harus menyatukan segalanya agar tercipta keselarasan dan keserasian.

Hampir setiap hari aku dan teman-teman latihan walau hanya sekedar pemanasan. Kadang akupun merasakan titik kejenuhan selama latihan. Waktu bersama keluarga hilang karena seringnya latihan.  Sanggar pramuka MAN 2 KUDUS telah menjadi layaknya rumah baru untukku. Badan menghitam tak menjadi penghalang untuk melanjutkan perjuangan.

Tak mudah rasanya untuk dapat menikmati ataupun hanya sekedar mendengar kata PPMN (Perkemahan Pramuka Madrsah Nasional) karena PPMN yang sesungguhnya masih jauh dari langkah. Kakiku mulai yakin melangkah setelah mendapat restu dari orangtua dan pada akhirnya saya dan teman-teman satu regu memulai langkah pertama di tingkat karesidenan. Bertempur sengit tetapi tetap menjaga sportifitas, saling mendoakan dan memberi semangat itulah sesungguhnya anak pramuka. Sampai pada akhirnya MAN 2 kudus-lah yang lolos mewakili karesidenan Pati melaju ketingkat provinsi.

Istirahat dua minggu untuk menyusul pelajaran yang tertinggal aku manfaatkan sebaik mungkin. Sampai pada akhirnya aku sukses melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester).

Perjuangan kembali dimulai untuk melaju ketingkat provinsi. Bersama 5 karesidenan lain kami menjalin silaturrahim dan tetap berjuang untuk kemenangan. Lebih sedikit memang, tapi persaingan positif semakin kritis karena memang dari segi kualitas semua peserta memiliki kualitas yang bagus. Walaupun kami bersaing, tetapi pada hakekatnya kami adalah keluarga dan saudara. Dari seleksi di Tingkat Karisidenan Pati ini, akhirnya MAN 2 Kudus, baik putra dan putri dinyatakan sebagai juara dan mewakili Jawa Tengah untuk Perkemahan Pramuka Nasional ke-3 di Selawang Segantang, Koba, Bangka Tengah, Kep. Bangka Belitung pada tanggal 14-20 Mei 2017.

Dengan persiapan yang matang, kami yakin Jawa Tengah optimis menjadi jawara. Seminggu bukan waktu yang singkat, dengan cuaca yang ekstrim melebihi jawa membuatku harus siap fisik dan mental.  Bertemu dengan teman dari seluruh Indonesia dengan bermacam suku, bahasa tetapi tetap satu keyakinan tentunya menambah banyak sekali ilmu dan pengalaman.

Acara Perkemahan Pramuka Nasional ke-3 ini dibuka oleh kak Adhyaksa Dault selaku Kakwarnas Gerakan pramuka dan Bapak Lukman hakim selaku Menteri Keagamaan Republik Indonesia yang menyampaikan apresiasinya kepada pramuka madrasah indonesia.  Terdapat rekor muri dengan pembacaan Talibun dengan pelansir terbanyak yakni 2000 orang membuatku semakin kagum betapa meriahnya kegiatan ini.


Lomba demi lomba terlalui dengan lancar dan pada puncak acaranya yakni di malam penganugrahan aku menyendiri, hanya berpasrah menunggu pengumuman tiba. Para juara telah maju satu persatu keatas panggung utama dan pada akhir pengumuman disampaikan bahwa juara umum PPMN ke-13 ini adalah dari Jawa tengah.

Sujud syukurku dan teman-teman lakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberi kami anugrah yang cukup mulia. Masih tak menyangka ini adalah nyata. Rasa kesal, letih, lesu terbayar sudah atas kemenangan ini. Walaupun demikian aku dan teman-teman tetap rendah hati dan tidak sombong.

Aku mengikuti 5 cabang lomba yaitu :
  1. ·         Inovasi kewirausahaan juara 1
  2. ·         Pengibaran bendera dan yelyel Juara 2
  3. ·         Pionering aplikatif juara 2
  4. ·         Orienteering putra juara 3
  5. ·         Tari kreasi islami juara harapan 3

Kini Aku semakin mengerti bahwa sesungguhnya niat yang tulus dan ikhlas, usaha yang keras, diiringi doa yang lancar akan membuahkan kesenangan tersendiri untuk pribadi masing masing kedepannya.


Share:

Sabtu, 13 Mei 2017

Manisnya Keberhasilan Bermula dari Kegagalan

Oleh: Naila Rahmaniyatul Wulida
Juara 1 LKTI Tingkt SMA/sederajat Se-Indonesia dalam rangka pekan pustaka ke-II perpustakan STAI AL Anwar Sarang
 
Naila Menerima Sertifikat dan Tropi Juara
Awal mula sebuah keberhasilan adalah kegagalan. Jangan kira keberhasilan itu mudah didapatkan. Semudah-mudahnya lawan tetap menjadi tantangan dalam meraih keberhasilan. Lawan di dalam sebuah kompetisi bukanlah seorang musuh bagi Naila melainkan teman seperjuangan yang dapat membangkitkan semangatnya untuk menjadi yang terbaik.

            Kegagalan itu pasti, tugas kita adalah menghabiskan jatah kegagalan itu. Itulah motivasi yang didapatkan dari Tunas Bangsa dan itu pula yang dialami oleh wanita yang hobi berbicara di depan cermin itu. Tiga dari dua kompetisi LKTI yang diikuti, dua diantaranya mengalami kegagalan, mulai dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sampai LKTI Disbudpar Jawa Tengah tentang Cagar Budaya. Awalnya, kekecewaan dan penyesalan muncul seketika di benak Naila tetapi dalam sekejap juga dia harus menghapus dan merubah rasa kekecewaan dan penyesalan itu. Naila pun berhasil merubahnya menjadi semangat baru untuk berjuang kembali di ajang kompetisi LKTI. Keinginanya untuk memenangkan kompetisi LKTI semakin besar. Dia ingin sesekali memenangkan kompetisi LKTI tidak peduli seberapa banyak kegagalan yang akan dilaluinya. Naila justru semakin penasaran apa saja kesalahan-kesalahan dari KTI yang dibuat.  Ilmu dan pengetahuannya semakin bertambah apalagi pengalamannya. Begitu banyak pelajaran baik yang didapatkan.


            Naila tak melihat bagaimana teman-temannya menghabiskan hari libur untuk bertamasya dan bersenang-sernang. Berbeda dari itu, Naila menghabiskan hari-hari liburnya untuk mengerjakan dan memeperbaiki KTI nya. Tak hanya itu, tengah malam sebagai jatah tidur juga digunakan untuk mengerjakan KTI. Ketika yang lainnya mulai tidur Naila tetap bangun dan menghabiskan tengah malamnya bersama suara ketikan di laptopnya. Selain itu, kerjasama team bersama seorang partner sangat penting bagi Naila, karena kerjasama yang baiklah keberhasilannya dapat diraih hingga memperoleh Juara 1 LKTI Tingkat SMA/sederajat Se-Indonesia dalam rangka pekan pustaka ke-II perpustakan STAI AL Anwar Sarang.

            Disini, pelajaran yang juga sangat penting adalah bagaimana sebagai seorang generasi muda yang bijak menggunakan waktu yang terus berjalan dengan baik. Menyibukkan diri itu mudah tetapi bagaimana memanage waktu itu yang tidak mudah. Selain itu, Naila juga belajar bagaimana menghargai karya orang lain, salah satunya dengan memahami berbagai kutipan dalam buku seseorang sebagai rujukan Karya tulis ilmiahnya.

            LKTI yang dimenangkannya itu belum apa-apa bagi Naila. Itu masih kecil dan masih banyak ilmu yang tertinggal. Dia tak hanya ingin berhenti disini. Naila terus berusaha untuk meningkatkan gaya prestasinya. Jujur, dia merasa iri dengan teman-temannya yang berhasil meraih keberhasilan lebih baik darinya tetapi rasa iri itu berujung dengan baik karena dapat mengubah menjadi semangat yang membara dalam dirinya untuk menjadi orang yang kian sukses. Jatuh bangun Naila dalam kompetisi LKTI dilalui bersama dengan salah satu temannya, tidak lain adalah Nailul. Begitu banyak kisah-kasih dan perasaan yang ingin di ungkapkan, tetapi berapa lembar sudah yang ditulisnya. Cukup sekian terimakasih. JJ

            
Share:

Jumat, 12 Mei 2017

Mentee Gerakan Tunas Bangsa Ikut Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS SMA/SMK Se-Kabupaten Kudus


Mentee MUHAMMAD EDI SUSANTO (SMK 3 KUDUS) & AHMAD DANIYAL (SMA NU HASYIM ASY'ARI) Baru saja menyelesaikan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Osis SMA/SMK Se-Kabupaten Kudus.


Kegiatan tersebut sangat khusus, karena tiap sekolah hanya boleh mengirimkan 1 siswa terbaik untuk ikut pelatihan kepemimpinan yang akan di didik langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus. Jadi yang mewakili kegiatan tersebut bukanlah siswa yang biasa saja, tetapi termasuk siswa terpilih dari ribuan lebih siswa dari masing-masing sekolah.

Pelatihan tersebut diadakan di Gedung Dekopinda Kab. Kudus, selama 3 hari,dari pukul 7.00 - 15.00 WIB.

Hari pertama di isi kegiatan materi bertema tentang menjadi seorang pemimpi yang baik dan perkenalan. Hari kedua kegiatan tata upacara bendera, kegiatan ini berupa praktek upacara dengan benar yang dibimbing oleh purna paskibraka Indonesia. Kegiatan ini selain memberikan pelajaran, juga melatih fisik karena kegiatan ini dimulai dari jam 9 sampai jam 1 siang.

Hari ketiga semuanya tetap semangat, dan hari terakhir ini kegiatannya PBB dan seleksi paskibraka tahap awal, kegiatan ini lebih ekstrim. Latihan PBB dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, fisiknya tidak tanggung-tanggung, karena ada lari lapangan beberapa kali.

Setelah seleksi selesai, hasilnyapun diumumkan dan yang lolos pun diberi surat untuk mewakili sekolah nya mengikuti seleksi paskibra tahap awal di GOR Kudus. Alhamdulilah MUHAMMAD EDI SUSANTO berhasil lolos untuk mewakili SMK N 3 KUDUS ikut seleksi PASKIBRA Kabupaten Kudus.

Dan setelah pengumuman diberitahukan, kegiatan pun ditutup. Kemudian, semua peserta pun saling berjabat tangan dan memberi kenangan berupa foto bersama.

Dari Kegiatan ini, saya belajar tentang seperti kedisiplinan, ketangguhan mental dan fisik, bertanggung jawab serta keberanian diri. Semoga saya bisa selalu disiplin, tangguh, bertanggung jawab dan memiliki keberanian dalam menggapai cita-cita saya.


Penulis:
MUHAMMAD EDI SUSANTO (SMK 3 KUDUS), Mentee Gerakan Tunas Bangsa
Share:

Nailul Akhla Alfatimi : Juara 2 dalam lomba KTI Tingkat SMA/Sederajat Se-Indonesia

Perjuangan yang sebenarnya adalah ketika kita telah mengalami sebuah kegagalan, karena dari kegagalan itu kita berproses untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Seperti pengalaman yang pernah saya alami, sebelum mendapatkan keberhasilan ini banyak sekali kegagalan yang saya peroleh. Dimulai dari mengikuti lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah) di LIPI (Lembaga Pengetahuan Indonesia), lomba KTI cagar budaya di DISBUDPAR Jawa Tengah, dan sebagainya. Melalui banyak kegagalan tersebut, saya terus berusaha dan mencoba memperbaiki kesalahan apa saja yang harus saya benahi dalam pembuatan KTI selanjutnya. Hingga akhirnya, alhamdulillah saya berhasil mendapatkan juara 2 dalam lomba KTI Tingkat SMA/Sederajat Se-Indonesia dalam rangka pekan pustaka yang diadakan oleh STAI Al Anwar Sarang Rembang pada tanggal 7 Mei 2017.


Keberhasilan tersebut tentunya tidak akan saya raih tanpa support dari orang tua dan sahabat. Dukungan dari orang tua merupakan salah satu sumber semangat dan alasan saya untuk terus berjuang dan membanggakan beliau. Terlebih lagi, adanya seorang sahabat juga berperan penting dalam pemberi semangat dihidup saya, dari dia saya belajar untuk selalu kuat, sabar, tidak mudah menyerah, dan terus berjuang bersama-sama meraih sebuah keberhasilan, dialah naila yang juga merupakan salah satu mentee dari gerakan tunas bangsa.

Dari kegagalan-kegagalan tersebut saya mencoba bangkit dan mengikuti loma karya tulis yang lain, dan karya tulis yang telah berhasil mendapatkan penghargaan tersebut mengangkat judul tentang Implementasi Kurikulum Madrasah Berbasis Riset untuk Mewujudkan Generasi Intelektual yang Unggul dan Berkarakter, lokasi penelitian yang saya ambil adalah di MAN 2 Kudus sendiri yang sudah menerapkan kurikulum berbasis riset tersebut. Dalam penelitian ini sampel yang saya ambil adalah beberapa siswa MAN 2 Kudus yang pernah mengikuti lomba riset dan juga beberapa guru pembimbing riset.


Ada berbagai rintangan dan hambatan yang harus saya lalui dalam proses pembuatan KTI ini, mulai dari proses penentuan judul penelitian, pengajuan judul ke guru pembimbing, penentuan objek dan lokasi penelitian, pembuatan proposal dengan banyaknya revisi, melakukan penelitian yang membutuhkan waktu satu bulan lebih untuk mendapatkan data yang benar-benar valid, hingga akhirnya karya tulis tersebut lengkap mulai dari bab 1 - bab 5. Namun, hal tersebut pasti akan terasa sulit jika tidak adanya kerja sama dari seorang partner. Bagi saya dengan adanya partner beban kita akan terasa sedikit lebih berkurang, dengan saling bertukar pikiran, pendapat, dan saling membantu satu sama lain. Maka, bentuklah kerja sama yang baik dengan partner kalian sehingga lebih  mudah dalam proses penyelesaian kara tulis itu.

Dari beberapa proses tersebut tentunya juga dibutuhkan kesabaran yang ekstra, dan bagi saya hal itu sangat sulit dilakukan karena mengingat setiap orang juga pasti mempunyai rasa bosan dan kejenuhannya tersendiri, dan sempat juga terlintas dalam pikiran saya keinginan untuk menyerah dan berhenti. Tetapi, keyakinan dan tekad yang kuat dalam diri saya lah yang selalu menguatkan saya dan menghilangkan semua pikiran-pikiran negatif itu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat lagi, mengingat tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan berharga seperti ini.

Tertanamnya sikap disiplin juga sudah saya rasakan dengan adanya pembuatan karya tulis ilmiah ini, karena dari situ saya dituntut untuk bisa menyelesaikan karya tulis tersebut sesuai dengan deadline yang ada, mulai dari penyetoran bab 1, bab 2, yang harus jadi pada tanggal sekian dan sekian. Tetapi, dari hal itu saya belajar bagaimana menghargai waktu dan tentunya juga bagaimana menghargai orng lain. Dari situlah saya berproses untuk menjadi lebih baik lagi.


Untuk itu, jika kita telah mengalami kegagalan janganlah mudah menyerah, nikmatilah sebuah proses kegagalan, habiskanlah kuota kegagalan itu, karena dari proses tersebut kita bisa memperbaiki diri kesalahan-kesalahan apa saja yang telah kita lakukan hingga nantinya akan berproses menuju ke yang lebih baik lagi. Karena sebenarnya belajar dari proses itu jauh lebih penting yang akhirnya akan mengantarkan kita pada sebuah keberhasilan. Karena jika kita melakukan sesuatu yang baik, percayalah bahwa Allah pasti akan membalasnya dengan sesuatu yang baik pula.😁


Nailul Akhla Alfatimi
XI-IIB 2 MAN 2 Kudus
Mentee Gerakan Tunas Bangsa
Share:

Like Fanpages