
Gerakan Tunas Bangsa
Gerakan Tunas Bangsa merupakan gerakan mentoring yang berfokus pada pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan melalui aktivasi nilai-nilai kebaikan dalam diri generasi muda bangsa Indonesia.
Keluarga Besar Gerakan Tunas Bangsa
Foto bersama pengurus dan mentee Gerakan Tunas Bangsa.
Mentee Gerakan Tunas Bangsa
Mentee Gerakan Tunas Bangsa adalah penerima beasiswa plus. Selain menerima beasiswa mereka juga menerima berbagai pelatihan pengembangan diri.
Mentor dan Mentee
Mentor memberi berbagai materi pengembangan diri kepada mentee
Penyerahan Beasiswa
Mentee menerima beasiswa plus.
In Class Training
Mentee menerima materi pengembangan diri yang dilakukan di dalam ruangan. Kami berkerja sama dengan sekolah mentee dalam melakukan kegiatan pelatihan.
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Mentee. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Mentee. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Maret 2019
4 Cara Aktivasi Tombol Sukses
Selalu
ada yang berbeda di setiap pertemuan Gerakan Tunas Bangsa. Hari itu (Rabu, 26
Desember 2018), pelatihan kewirausahaan dilaksanakan outdoor atau di luar ruangan. Bertempat di Pondok Pesantren Entrepeneur
Al-Mawaddah Jekulo, Kudus. Saya tidak hanya ditemani kakak mentee dan mentor, melainkan
juga kedatangan tamu dari tempat yang masih terasa asing di telinga. Jumaidah
namanya, salah satu siswa Kak Suhar saat mengabdi di Bengkalis sebagai pengajar
muda bersama Indonesia mengajar.
Sekitar pukul tujuh pagi lebih dua puluh menit, saya sampai di
rumah kak Umi-salah satu mentor Gerakan Tunas Bangsa yang juga alumni pengajar
muda-. Disana kami melihat wajah asing yang rasanya baru kali ini saya temui. Kami
bersalaman dengan Midah-nama panggilan Jumaidah-. “Halo kak, nama saya Midah”. Percakapan
kami berlanjut, dan rasanya cukup panjang untuk saya ceritakan disini.
Setelah semuanya datang, kami langsung menuju lokasi pelatihan, yaitu Ponpes Entrepeneur
Al-Mawaddah dengan menggunakan angkutan. Sepanjang perjalanan, kami bercerita
tentang kesibukan masing-masing. Mulai dari persiapan UN dan SBMPTN, kesibukan
di organisasi, dan banyak hal lainnya. Disini, saya juga menanyakan berbagai
hal mengenai cerita seputar kehidupan perkuliahan bersama Kak Rusda. Kak Rusda
adalah mentee angkatan pertama yang sekarang sudah menjadi alumni dan tengah
menjalani perkuliahan di Universitas Diponegoro Semarang jurusan Budidaya Perikanan.
Sampailah kami di lokasi pelatihan. Hanya butuh sekitar 15 menit
untuk sampai di lokasi. Kami langsung disambut hangat oleh petugas, atau lebih
tepatnya salah dua santri dari Pondok Entrepeneur ini. Kami diajak untuk
melihat perkebunan buah naga. Saya lupa namanya Kak siapa, yang pasti dia
menjelaskan mengenai pengelolaan buah naga. Bukan hanya memberikan penjelasan,
beliau juga memberikan visualisasi tentang bagaimana cara menanam buah naga
yang baik dan benar. Selepas mendengarkan penjelasan mengenani pengolalan tanaman buah
naga, tibalah saatnya kami menikmati hasil dari pengolahan buah naga. Kami
disuguhi jus dan keripik buah naga. Senang rasanya, menikmati keripik manis
diiringi dengan candaan dari orang-orang humoris. Ini baru liburan bermanfaat!
Keripik habis, jus pun habis. Kami melanjutkan seminar motivasi
dari pemilik sekaligus pendiri Pondok Entrepeneur Al-Mawaddah. Sebenarnya, Apa
itu Pondok Entrepeneur Al-Mawaddah? Pondok ini didirikan oleh Bapak Sofiyan
Hadi, yang rata-rata seluruh santri dari pondok ini adalah mahasiswa yang sedang
kuliah sekaligus mendapatkan beasiswa. Para santri tidak dibebani biaya
sedikitpun untuk dapat menjadi santri di pondok ini. Bahkan, mereka juga tidak
boleh menerima uang dari orang tua. Sebab disini, mereka diajarkan untuk menjadi
seorang wirausahawan. Kurang lebihnya seperti itu.
Ada satu perkataan menarik yang diucapkan oleh Bapak Sofiyan Hadi,
“kuliah itu capek, kalo capek harusnya kita dibayar”. Sempat bingung saya
memaknainya. Kemudian beliau menjelaskan. “Jika pekerja yang merasakan capek
saja mendapatkan gaji, maka seorang mahasiswa yang merasakan kepenatan pun
harusnya dibayar”. Maksudnya disini adalah, sebisa mungkin kita dapat kuliah
melalui jalur beasiswa. Sejak S1, beliau kuliah melalui jalur beasiswa. Dan ini
yang beliau terapkan pada santri-santri di Pondok Pesantren Al-Mawaddah.
Dalam penjelasannya, beliau memberikan 4 cara sukses, atau yang
beliau sebut dengan 4 cara aktivasi tombol sukses. Keempat itu merupakan Dream, Believe, Attitude dan Action. Beliau memberikan sebuah kisah yang
sangat inspiratif bagi saya kala itu. Kisah ini diambil dari perjalanan
seseorang yang bernama Adam Kho. Siapakah dia? Dia adalah seorang pengusaha
kaya asal Singapura. Beliau adalah anak dari keluarga yang berkelimpahan
materi. Malangnya, kemampuan akademiknya kurang. Bahkan Adam Kho harus melewati
pendidikan di kelas 4 selama 4 tahun lamanya. Dengan kata lain, beliau tidak
naik kelas, empat tahun berturut-turut. Singkat cerita, beliau akhirnya lulus
SD. Orang tuanya segera mendaftarkan Adam Kho di sekolah terfavorit di Singapura.
Namun, setelah melihat laporan akademik Adam Kho, dia tidak diterima. Sudah terlalu
banyak tinta merah di rapotnya. Kemudian, orang tuanya mendaftarkan Adam Kho di
sekolah pilihan kedua, dan ditolak lagi. Begitu seterusnya hingga Adam Kho
ditolak di 6 sekolah.
Dengan berat hati orang tuanya mendaftarkan Adam Kho di sekolah
ketujuh. Di sekolah yang berada di daerah terpencil. Guru-guru dan temannya
disana sangat bahagia ketika mendengar kedatangan Adam Kho yang notabenenya adalah
anak dari keluarga berada. Beberapa hari terjalani dengan baik-baik saja,
sampai akhirnya ujian harian datang. Pada saat guru meminta kertas ujian, Adam
Kho belum menuliskan satu jawabanpun di kertas ujian. Dia berkata jika soal ini
terlalu susah untuk dirinya. Maka, sang guru mencoba untuk memberikan soal
kelas 6 SD. Adam Kho juga tidak dapat menyelesaikannya dengan mudah. Kemudian
sang guru mencoba untuk memberikan soal kelas 5 SD. Hassilnya tetap sama, Adam
Kho tidak dapat mengerjakan soal tersebut. Terpaksalah Adam Kho dikeluarkan dari sekolah tersebut.
Karena hal tersebut, ibunya sangat bersedih. Tapi Adam Kho justru bergembira
sekali.
Ditolak di tujuh sekolah, maka ibunya pun mendaftarkan Adam Kho
untuk mengikuti Training and Workshop Motivation. Waktu pelatihan
adalah dua minggu dengan biaya yang harus dikeluarkan senilai 30 juta jika
dirupiahkan. Amazing!
Isi pelatihan tersebut yang diceritakan kepada kami adalah, Adam
Kho diminta untuk berkata, “satu-satunya hal yang menghambat kesuksesan adalah
keyakinan yang salah dan perilaku negatif”. Kemudian, Adam Kho juga diminta
untuk membayangkan tokoh idolanya, sembari mengatakan, “kalau kamu bisa, aku
juga bisa. Kalau kamu berhasil, aku juga bisa berhasil. Dan kalau kamu sukses,
aku juga bisa sukses”. Kemudian Bapak Sofiyan mengajak kami untuk melakukan hal
yang sama seperti yang dilakukan Adam Kho.
Tidak terasa pelatihan Adam Kho akhirnya selesai. Adam Kho meminta
ibunya untuk kembali ke sekolah yang telah menolaknya. Kemudian, beliau masuk
ke kelas dan meminta perkenalan ulang. Adam Kho mengatakan sesuatu yang membuat
seisi ruangan terkejut, “saya Adam Kho! Teman baru kalian. Saya akan menjadi
lulusan terbaik dari SMP ini. kemudian saya akan melanjutkan pendidikan ke SMA
terbaik di negeri ini dan saya juga akan menjadi lulusan terbaik sehingga
diperebutkan oleh semua universitas. Tapi saya sudah menentukan pilihan
universitas saya, yaitu di National University of Singapore. Setelah itu saya
akan menjadi pengusaha muda yang kaya raya”.
Beliau mendeklarasikan
mimpinya dengan sangat jelas. Hingga akhirnya, apa yang Adam Kho katakan pun
menjadi kenyataan. Adam Kho telah berhasil menjadi pengusaha muda yang kaya
raya. Jelas sudah, seharusnya kita mengimani dan mengamini setiap mimpi
yang kita bangun. Kemudian berjuanglah untuk membuat mimpi tersebut menjadi kenyataan.
Dan jangan lupa berdoalah. Sebab Ridwan Kamil pun pernah berkata: “Sukses itu
60% doa dan 40% usaha. So, if you can
dream, you can do it. Sebab siapapun bisa jadi apapun.”

Sesi outbond usai. Saatnya
makan siang sambil terapi ikan ditemani juga dengan minuman coklat dingin.
Hmmm, ini baru liburan bermanfaat! Ini cerita liburanku bersama Gerakan Tunas
Bangsa, mana ceritamu???
Tulisan oleh Nailis Sa’adah
[Salah satu Mentee Gerakan Tunas Bangsa]
Minggu, 22 April 2018
Rencana Terbaik Tuhan
Berawal dari
beberapa Organisasi yang saya ikuti di
kelas X seperti; OSIS, Pramuka, PBN, dan lain-lain. Dari sinilah saya mulai
menerapkan apa saja yang telah di ajarkan di Tunas Bangsa. Saya mulai berani
bertanya dan mengungkapkan pendapat saya, terkadang faktor malu, takut salah,
dan takut terhadap senior sering mengganggu fikiran saya. Di organisasi Pramuka
memang terdapat beberapa senior yang
amatlah baik, hingga beberapa teman menganggap “apa karena dia
penggalang garuda di SMP? sehingga dinomor satukan disini”. “Mungkin hanya
lencana garuda yang ia kenakan, tapi apakah kualitasnya sebaik dari apa yang ia
kenakan?”. Awal dari perjalananku di SMK yang penuh dengan orang-orang hebat
dan orang-orang yang meragukanku.
Benar ini baru
awal, sehingga mereka melihat sisi luarku. Dari perkataan merekalah yang
membuat “Saya harus melakukan kinerja
yang baik di Organisasi ini”. Beberapa bulan kemudian diadakannya Pemilihan
Calon Ketua OSIS SMKN 3 Kudus tahun 2016, melihat 3 foto kandidat terpajang di
mading sekolah, dalam hati saya berkata “kapan
saya akan seperti mereka?”. Sejak itu saya mulai fokus dengan tanggung
jawab saya sebagai sekretaris OSIS di kelas X, tak lupa mengimbangi dengan
tugas di ambalan sebagai Kerani. ‘Sama-sama
bergelut di bidang Administrasi sungguh kebetulan yang indah’.
Waktu terus
berlalu dengan cepat tanpa disadari, belajar, belajar, dan belajar dalam segala
aspek. Hingga tiba saatnya untuk pemilihan ketua OSIS SMKN 3 KUDUS tahun
pelajaran 2017/2018. Dan tak kupercaya bahwa namaku yang menjadi usulan ketua
Osis periode lalu. Sungguhkah ini sebuah jawaban dari pertanyaanku?
Dan benar inilah
yang terjadi, menjadi kandidat Calon Ketua Osis di periode ini. Semangat dalam
berorganisasi pun semakin bertambah saat itu, siapapun yang akan terpilih
nantinya saya akan siap menerima. Menjadi salah satu kandidat saya sudah sangat
bersyukur, namun bukan alasan untuk
cepat puas akan apa yang belum didapatkan. Persiapan mulai dari visi
misi, kampanye, dan mental tentunya. Bagaimana organisasi kedepannya, akan saya
bawa kemana dan saya apakan jika saya terpilih. Hingga saat hari pemilihan pun
telah tiba, alur pemilhan yang dilalui dengan lancar. Perhitungan suara pun
dilakukan dan mendapatkan hasil akhir :
- Achmad Mukhoffifin : 176 suara
- Cindi Apreliani Citra Ayu N.N : 351 suara
- Bagas Adi Saputra : 441 suara
Jelas siapa yang terpilih menjadi ketua osis periode ini, bukanlah
hal yang terlalu saya pikirkan mengenai kegagalan ini.
Setelah beberapa bulan move on dengan kegagalan, akhirnya persiapan
dan pematangan kelomppok teaterku berbuah hasil saat itu. Ini hasil jerih payah
kami latihan beberapa minggu yang sangat menguras energi. Semoga ini tidak
membuat kami tinggi hati dan puas diri.
Dan benar beberapa bulan kemudian kembali saatnya pemilihan Pradana
di Ambalan. Dan tak pernah terpikirkan bahwa sayalah yang mendapat suara
tertinggi di antara kandidat lain. Tepat tanggal 21 Desember 2017 pelantikan
dilaksanakan di SMKN 3 KUDUS.
![]() |
Pelantikan Pradana Ambalan SMK 3 Kudus. |
Sebuah kesempatan yang digantikan kesempatan lain yang lebih
berharga, semangat baru dan tanggung jawab lebih yang kupikul dalam organisasi ini.
Dengan mengerahkan segala pikiran, ilmu, tenaga, kepengurusan yang terencana
dan terarah. Sembari terus bertumbuh menjadi lebih baik, sikap senang
mendelegasikan dan mengerjakan sesuatu untuk tim (anggota) tidak akan
mengurangi jatah rezeki dan ilmu yang berkah untuk saya. Sekarang saya yakin
bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik untuk masing-masing umatnya, hanya saja
seberapa besar kita menghadapi tantangan yang berliku dan sabar untuk
menghadapi.
Saya masih belajar untuk ini, dan perlahan saya akan mampu dengan
semua itu. Saya yakin saya bisa dan kalian bisa lebih dari saya! yakin akan
kemampuan yang kita miliki.
Karya : Cindi Apreliani Citra
Ayu Neng Nera
(Mentee
Gerakan Tunas Bangsa)
Rabu, 11 April 2018
Perjuangan Mentee Alditta untuk Menjadi Duta Muda Anti Narkoba Jawa Tengah 2018
Assalamu’alaikum
warohmatullahi wabarokatuh…
Apa kabar kawan? Semoga
kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, ya… amiinn…
Februari
lalu tepatnya 11-14 Februari 2018, 10 siswa/i termasuk saya diamanahi MAN 2
Kudus untuk mengikuti pemilihan Duta Muda Anti narkoba Jawa Tengah 2018. Di
satu sisi, senang sekali. Namun di sisi lain, diamanahi mengikuti lomba ini
cukup berat. Lantaran lomba ini tidak menganut syarat peserta yang
dikategorikan sesuai pelajar/mahasiswa, melainkan usia 16-20 tahun. Jelas sekali,
bukan? Pelajar akan bersaing dengan mahasiswa/i yang mungkin jauh
berpengalaman. Aspek penilaian yang diajukan tidak hanya pandai dalam
berpidato, namun juga berdiskusi, dan menyusun makalah.
Kegiatan
ini diadakan oleh Gannas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) & MUI
(Majelis Ulama Indonesia) sehingga sebagian besar untuk pelajar yang diundang
berasal dari madrasah, namun ada juga yang dari menengah atas dan kejuruan.
Begitu pun mahasiswanya, pesertanya bebas kalangan dan agama, asalkan usianya
berkisar 16-20 tahun. ^^ Tujuan diadakan kegiatan ini agar menambah aktif
partisipasi pemuda-pemudi dalam keperduliannya terhadap Negara, mengingat
Indonesia dewasa ini semakin marak saja kasus narkoba yang terjadi.
Di
hari pertama, saya akan melalui tahap FGD (Focus Group Discussion) yakni
diskusi mengutarakan pendapat masing-masing mengenai permasalahan tentang
narkoba di Indonesia. Alhamdulillah, lancar meskipun saya tidak bisa
mendeskripsikan saya mampu menjawab pertanyaan dewan juri dengan benar atau
tidak. Di hari kedua, yakni sesi pidato. Alhamdulillah, saya telah melakukannya
dengan semaksial mungkin. Meskipun, ketika pungumuman grand final 25 besar
menyatakan tidak tercantum nama saya. Namun, saya belajar banyak dari kegiatan
ini. Setidaknya saya telah mencoba dan berikhtiar. Saya cukup bangga karena
teman saya ada yang masuk sampai grand final 8 besar. Bahkan, Juara 2 Runner Up
Duta Muda Anti Narkoba Jawa Tengah 2018.
Sungguh
pengalaman yang tak terlupakan, saya semakin memahami tentang kebersamaan
bersama rekan-rekan saya, rasa grogi ketika tampil di khalayak ramai, segera
melapor bila terjadi sindikat narkoba di lingkungan sekitar. Saya tidak merasa
sedih bila tidak terpilih sebagai duta, karena siapapun dapat menjadi duta
tanpa harus diberi award. Ya, saya akan berpartisipasi dan lebih tanggap bila
terjadi sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Keberhasilan
orang lain bukan berarti kegagalan bagi kita. Tidak ada sesuatu yang sia-sia,
semua akan berdampak dalam kehidupan kita baik jangka pendek maupun panjang.
Sabtu, 07 April 2018
“Sehari Jadi Relawan, Selamanya Berkesan dan Penuh Pembelajaran”
Tanggal 17 Maret 2018 Gerakan Tunas Bangsa mengadakan
sebuah acara untuk para mentee yang dinamakan “Mentee Peduli”. Acara ini
bermaksud membuat para mentee menjadi relawan sehari di masing-masing tempat
yang sudah ditentukan sebagai objek pelaksanaan kegiatan. Mentee Tunas Bangsa
dibagi menjadi 4 kelompok, kami kebagian kelompok 3 anggotanya antara lain
Nailul, Fahmi, Aina, Nailis, Erlangga, Dilla, Lily, Asnawi, Rafi, Luthfi, dan
Ika. Masing-masing kelompok mendapatkan 3 orang fasilitator, kelompok kami
dibimbing oleh kakak fasilitator yaitu kak umi, kak atika, dan kak siska.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, kami kelompok 3 mengadakan
meet up untuk membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan, antara lain
penentuan tempat kegiatan, rundown
acara, konsep acara, pembagian tugas, dan hal lain yang berkaitan dengan
kegiatan tersebut. Dimulai dari penentuan tempat kegiatan yang pernah mengalami
penolakan dan kebingungan menentukan sekolah yang tepat dikarenakan tanggal
pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan hari libur nasional, jadi kami
memutuskan MI Mafatihul Ulum Sunggingan sebagai tempat pelaksaan kegiatan,
mengingat kondisi MI tersebut yang memungkinkan untuk kami menjadi relawan
disana.
Ketika hari itu tiba, kami para mentee kelompok 3 segera
ke lokasi kegiatan karena adik-adik disana sudah menunggu. Kami begitu terkejut
karena melihat antusias mereka yang luar biasa, mereka menyambut kami dengan
penuh semangat, kegembiraan, dan penuh canda tawa, membuat kami menjadi semakin
bersemangat untuk memberikan motivasi dan hal-hal yang membuat mereka berkesan.
Sebelum memasuki kelas, adik-adik dikumpulkan di lapangan untuk mengadakan apel
penyambutan terlebih dahulu, setelah itu kami memberikan ice breaking dengan
melakukan joget “making melodies” bersama,
kami sangat senang karena adik-adik begitu menikmati dan bersemangat mengikuti apa
yang kita lakukan. Setelah joget-joget selesai, salah satu dari kami yaitu mentee
Erlangga menampilkan aksi pencak silat dihadapan adik-adik agar mereka
termotivasi untuk melatih kemampuan skill
yang mereka miliki.
Setelah kegiatan di lapangan selesai, adik-adik masuk ke
kelas masing-masing. Sebelumnya, kami telah sepakat membagi kegiatan ini
menjadi 2 sesi, dikarenakan adik-adik terlalu banyak jumlahnya dan kami
mengambil siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Masing-masing mentee sudah
kami bagi tugas menjadi koordinator di kelas yang sudah ditentukan. Untuk sesi
pertama, kelas 4, 5, dan 6 kami kumpulkan di aula untuk menyaksikan sesi
pemutaran video sedangkan kelas 1, 2, dan 3 berada di ruang kelas
masing-masing. Untuk sesi kedua, adik-adik kelas 1, 2, dan 3 berada di aula sedangkan
kelas 4, 5, dan 6 berada di kelas masing-masing.
Ketika sesi pemutaran video, kami menayangkan beberapa
film animasi anak-anak yang berisikan konten postif agar adik-adik bisa
termotivasi dan mengambil pelajaran di dalamnya. Oleh karena itu, setelah film
selesai diputar kami memberikan pertanyaan dan jika bisa menjawab adik-adik
diberikan hadiah. Mereka sangat antusias memperhatikan film yang ditayangkan
dan banyak yang berpartisipasi untuk menjawab pertanyaan dengan penuh
kegembiraan dan semangat. Selain itu, kami juga mengajak adik-adik bernyanyi
dan bermain games mendidik agar mereka terhibur.
Saat adik-adik berada di kelas masing-masing, kami
memberikan berbagai macam kegiatan yang mengasyikan. Bagi kelas 1 dan 2 kami
buat sesi untuk mewarnai, pendeskripsian, dan peragaan cita-cita. Ketika
kegitan mewarnai dimulai, mereka begitu antusias untuk mewarnai dengan bagus
bahkan ada yang sampai meminta gambar lagi untuk mereka warnai. Mereka
mempunyai cita-cita yang bermacam-macam, ada yang ingin menjadi dokter, polisi,
guru, dan masih banyak lagi dan ketika peragaan cita-cita adik-adik
melakukannya dengan sangat baik dan kelucuan adik-adik membuat kami tertawa
riang melihat tingkah polos mereka. Bagi kelas 3 dan 4 adalah sesi adik-adik
untuk membuat kerajinan bentuk burung-burungan dari kertas origami, kami
mengajarinya dengan penuh kesabaran dan ketelitian, karena tak mudah mengajari
adik-adik satu persatu dengan berbagai karakter yang berbeda. Sedangkan untuk
kelas 5 dan 6 kami buat sesi bercerita pengalaman dan motivasi kedepannya agar
melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kami salut dengan adik-adik,
mereka begitu memperhatikan kami dengan penuh saksama, mengikuti arahan dan
bimbingan kami dengan penuh keceriaan.
Setelah semua kegiatan dilaksanakan, sesi terakhir
adik-adik membuat kritik dan saran kepada kami. Semuanya menulis bahwa
adik-adik merasa senang dengan kedatangan kami, bahkan ada sebagian dari mereka
memita kami lain waktu untuk datang lagi menghibur, memberi pelajaran dan
motivasi kepada adik-adik. Momen-momen seperti ini membuat kami merasa sangat
terkesan, terharu, dan tidak menyangka bahwa apa yang kami berikan hanya dalam
waktu setengah hari saja membuat semuanya begitu berarti. Padahal kami tak
memberikan suatu bentuk materi atau apapun, kami hanya memberikan apa yang bisa
kami bagi dan hal itu membuat adik-adik merasa termotivasi dan berharap
kedatangan kami lagi. Karena pada dasarnya “Untuk bisa berbagi tak perlu
menunggu sampai Anda berkecukupan, berbagilah mulai sekarang walaupun hanya
sebuah senyuman. Karena esensi dari berbagi adalah ketika orang lain merasa
bahagia dengan apa yang kita berikan.” Said Harly Umboh.
Setelah membuat kritik dan saran tibalah pada saat sesi
penutupan, adik-adik diminta untuk membubuhkan tanda tangan ke dalam banner
kosong sebagai kenang-kenangan dari kami dan kami juga memberikan sertifikat
kepada bapak kepala sekolah MI Mafatihul Ulum karena sudah berkenan memberikan
izin tempat untuk kami jadikan sebagai objek kegiatan “Mentee Peduli”. Setelah
itu, kami melakukan sesi foto bersama dengan adik-adik semua.
Itulah serangkaian kegiatan dari kelompok 3 dalam
kegiatan “Mentee Peduli” kali ini, dari sini kami belajar bahwa menjadi relawan
itu tidak mudah, dibutuhkan kesabaran menangani adik-adik apalagi yang masih
berusia kecil. Selain itu, terkadang ada juga dari mereka yang tidak mau
memperhatikan kami, tidak mau menurut, dan sering keluar masuk kelas membuat
kami kewalahan mengatasinya. Tapi, hal itu tak menjadi masalah karena kami
melakukannya dengan senang hati dan dengan niat yang ikhlas. Melihat adik-adik
semua senang, kami pun juga merasa senang. Apapun yang kami berikan semoga
bermanfaat bagi adik-adik semua dan membuat kami terkhususnya Mentee Gerakan
Tunas Bangsa menjadi semakin aktif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam
menjalankan tugas yang sudah diamanahkan. Keep spirit untuk semua.
Selasa, 13 Februari 2018
Bermimpilah, Berusahalah, Bersyukurlah dan Berubahlah
‘Bermimpilah selagi mimpi itu gratis’ kata
itu pasti sudah tidak asing di telinga kita, tapi banyak sekali yang menganggap
remeh tentang mimpi contoh aja deh pasti kita pernah denger ada temen yang
berkata seperti ini “jangan mimpi tinggi-tinggi nanti kalau jatuh sakit” kalau
di bahasa jawanya tuh kaya gini “ojo mimpi duwur- duwur, ngko nek tibo malah
loro, ujung-ujunge paleng yo koyo mgkono ncen” padahal kalau kita lihat dan
baca tentang biografi orang-orang hebat, mereka bisa menjadi orang yang hebat
seperti ini karena awalnya mereka memulai dengan bermimpi, mereka mulai
bermimpi dan merancang semua hal yang ingin mereka capai di masa depan seperti
lagunya Nidji “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia” mimpi bisa
merubah seseorang yang awalnya biasa saja menjadi seseorang yang luar bisa.. begitu
hebatnya mimpi jadi mulai dari sekarang…. berMIMPIlah!!!!!
Banyak juga diantara kita yang
sebenarnya punya mimpi dan keinginan besar, tapi gara-gara perkataan orang lain
yang seperti diatas tadi membuat kita tidak yakin bisa mewujudkan mimpi kita,
kita akan menganggap bahwa hal itu mustahil untuk kita dapatkan, itu artinya
sama saja kita ‘kalah sebelum berperang’
gimana mau perang, orang nyiapin strategi aja enggak kok, apa lagi mau menang!
Jadi kuncinya lagi-lagi adalah berMIMPI!! Kalau kita udah mulai untuk
bermimpi,, setidaknya kita selangkah lebih maju dari orang yang enggan untuk
bermimpi dan kita lebih siap untuk meraih masa depan kita. Kita harus OPTIMIS
bahwa apa yang kita inginkan pasti bisa tercapai, tutup telinga dengan rapat
saat orang lain menganggap impian kita terlalu aneh,, terlalu tinggi dan
berlebihan.. jadikan itu sebagai penyemangat dan buktikan pada mereka kalau
kita bisa meraih impian itu. Salah satu kisah sukses dari Walter Elias Disney,
pendiri Walt Disney tersebut meraih kesuksesannya tidak dengan sekejap mata, ia
harus melewati pahit dan getir nya perjalanan hidup, melewati banyaknya
kegagalan dan selalu bangkit setelah jatuh.
Sebagian orang
yang sebenarnya juga punya potensi dan keinginan namun terhalang oleh sesuatu
hal, misalnya saja faktor ekonomi pasti akan berfikir ulang apakah dia bisa
mewujudkannya atau tidak dan lagi-lagi kebanyakan pasti akan banyak mimpi yang
harus terkubur dan mati, berapa banyak cerita yang kita dengar seperti BOIMIN,
apa beliau dari keluarga kaya? Tidak! Beliau hanya hidup dari keluarga yang
dibilang juga pas-pasan, tapi karena tekad dan kerja kerasnya akhirnya beliau
bisa bersekolah tinggi hingga keluar negeri Dan cerita-cerita lain.. yang masih
banyak lagi.. lalu apa yang harus kita khawatirkan? Asalkan kita yakin dan
berusaha semaksimal mungkin serta menyerahkan semuanya kepada ALLAH, maka tidak
ada satu hal pun yang tidak mungkin.
Ya.. bagaimana kalau kita sudah
bermimpi, yakin, berusaha semaksimal mungkin dan telah menyerahkan semuanya
kepada ALLAH lalu apa yang kita inginkan tidak jua tercapai?
~Sesuatu yang kamu anggap baik,, belum tentu baik untukmu dan sesuatu yang
kamu anggap buruk, belum tentu buruk untukmu~
Bisa menjadi salah satu perwakilan madrasah untuk
mengikuti bimbingan dosen dari Universitas Negeri Semarang adalah salah satu
hal yang membahagiakan bagiku, aku bisa menambah pengetahuan, penagalaman dan
membuka wawasan ku ke dunia luar. Salah satu pelajaran yang dapat aku
ambil adalah mengenai mimpi,, dan juga mengenai keadaan pendidikan di
Indonesia,,
Indonesia negara
yang kaya raya,, salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar serta
negara dengan jumlah muslim terbanyak sedunia. Sebagai seorang muslim,, kita
pasti tahu bahwa hal yang diperintahkan oleh ALLAH S.W.T. yang pertama kali
sebagai wahyu kepada Rasulullah SAW adalah اقراء Bacalah! Ya.. mungkin semua umat muslim di
Indonesia sudah mengamalkan perintah tersebut misalnya kita akan membaca
QUR’AN, buku ensiklopedia, atau buku yang lainnya. Dan semua itu pastilah
menurut kita sudah cukup,, “aghhh... aku kan udah baca it’s enough” tapi justru
hal tersebut lah yang menjadikan pendidikan di Indonesia tidak bisa menyaingi
bangsa-bangsa luar.. bagaimana tidak.. Kita kurang jeli dalam membaca, ketika
kita telah membaca buku, semuanya selesai kita hanya bisa menjadi user dari buku-buku
terbitan orang luar kita tidak bisa mejadi researcher seperti mereka. Padahal
membaca tidak selalu semuanya dari buku, yang menjadikan negara di luar
memiliki pendidikan yang jauh lebih maju adalah cara membaca mereka,, mereka
tidak hanya membaca dari buku tapi mereka juga membaca dari fenomena alam yang
akhirnya mereka menemukan konsep dan teori pemebelajaran baru. Yang membuat
mereka bisa menjadi seorang ilmuwan hebat contohnya adalah ARCHIMEDES, beliau
menemukan HUKUM Archimedes
dari mana? Apakah setelah membaca beliau menemukannya? Tidak! Beliau
menemukannya justru ketika sedang mandi hingga mengakibatkan beliau girang
bukan main dan segera memberitahukan pada sang raja padahal saat itu beliau
kondisi sedang mandi?? Eureka!
Eureka!
Ada juga ilmuan lain, NEWTON yang menghasilkan
HUKUM Newton. Mereka semua menemukan hal tersebut pastinya butuh proses yang
juga sangat panjang, mereka lebih mengutamakan proses, berbalik dengan kita
yang kebanyakan lebih menghargai hasil inilah yang mengakibatkan banyak ilmuan
yang justru muncul dari negara luar. Kalau kita lihat di sekian banyak mata
pelajaran pasti semua atau sebagian besar hukum atau teorinya ditemukan oleh
orang asing... kapan nama orang indonesia bisa muncul?? Apakah kita harus
mengganti nasi dengan roti supaya kita bisa menjadi seperti merekaa?
Mengenai QUR’AN.. kitab umat muslim yang pastinya
semua umat muslim juga membacanya setiap hari (Insyaallah), tapi setelah
membaca ya sudah, keingintahuan kita tentang kitab kita sendiri masih
kurang..padahal diluar sana para ilmuan yang nonmuslim berlomba-lomba untuk
meneliti QUR’AN ya.. walaupun mereka mungkin tidak bisa membaca nya tapi mereka
bisa membaca dari terjemahannya dan mengaitkan nya dengan ilmu pengetahuan
melalui suatu penelitian dan mereka pun sangat terkagum-kagum dengan al-QUR’AN
dan tidak mengherankan banyak sekali ilmuan nonmuslim yang menjadi Muallaf
setelahnya..
Kapan kita bisa seperti mereka? Menumbuhkan rasa
keingintahuan yang sama? Dan memajukan bangsa kita menjadi lebih baik lagi, apa
mungkin hanya B.J. HABIEBIE yang mampu menghasilkan teori crack progression apakah dari
sekian ratus juta penduduk Indonesia hanya HABIEBIE yang terkenal sebagai salah
satu orang Genius?? yang karya-karya beliau bisa membawa perubahan tidak hanya
di Indonesia tetapi juga di DUNIA, Setelah B.J. HABIEBIE siapa? .. semuanya ada
di tangan kita.. kita yang akan menggantikan para pendahulu kita.. kalau kita
tidak memulai berubah dari sekarang lalu kapan lagi?
Hal diatas adalah satu pelajaran lagi yang sangat
berharga bagiku.. Terima Kasih Bapak Ulung.. semoga hal yang telah bapak
sampaikan tadi bisa bermanfaat utamanya bagi diri saya sendiri untuk bisa
berubah menjadi lebih baik lagi.. semoga semua yang saya mimpikan dan
cita-citakan bisa terwujud begitu juga dengan kalian.. Aamiin
~not SARA~
Ditulis Oleh : Annisa Himmatul Aulia
Mentee Gerakan Tunas Bangsa
Selasa, 16 Januari 2018
MENTEE, MENTOR & DONATUR
Suhariyanto03.10Karya Mentee, Kegiatan, Motivasi, Pengembangan Mentee, Tulisan Mentee
Tidak ada komentar

Oleh : Annisa Himmatul Aulia
Mentee Gerakan Tunas Bangsa
![]() |
Annisa bersama seluruh keluarga besar Gerakan Tunas Bangsa |
Hari ini ahad 7 Januari 2018 adalah ketiga kalinya aku mengikuti kegiatan Gerakan Tunas Bangsa, dan bisa tergabung dalam gerakan ini adalah kebahagiaan tersendiri bagiku. Disini aku mendapatkan banyak hal yang tidak bisa kutemukan di tempat lain. Kami diajari banyak hal, mulai dari kepemimpinan, cara berdebat yang baik, kami mendapatkan banyak sekali motivasi dari para kakak mentor, diberi banyak sekali info beasiswa serta menjadikan kami mulai berfikir lebih jauh tentang masa depan kami, menjadikan kami tidak mudah menyerah untuk bisa mewujudkan apa yang kami cita-citakan dan kami impikan. Tidak hanya itu, kami diajari bagaimana peduli terhadap orang lain, peduli terhadap waktu, peduli pada diri sendiri, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan masih banyak lagi.
Di Gerakan Tunas Bangsa ini aku menemukan keluarga baru yang sama-sama punya tekad dan kemauan besar untuk maju. Disini aku bisa mengenal kakak-kakak mentor yang sangat baik, bagiku mereka bukan sekedar orang yang sangat baik tapi juga sangat menginspirasi. Mereka seperti seorang sahabat tempat dimana adik-adik mentee bisa bercerita dan menceritakan semua masalah yang kami alami. Mereka seperti orang tua bagi kami, orang yang mengayomi kami dengan sepenuh hati dan mengarahkan kami menjadi orang yang lebih baik lagi. Kakak-kakak mentor inilah yang rela meluangkan waktu, tenaga juga pikiran demi kemajuan adik-adik mentee. Mereka berbagi banyak hal kepada kami tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik juga bagaimana cara kita memaknai hidup. Mereka juga berbagi ilmu dan juga pengalaman yang pernah mereka alami, mereka dengan tulus ikhlas memberikan ini semua kepada adik mentee yang akan menjadi bekal kami di masa depan.
“Semoga bibit yang kakak sirami dan kakak pupuk tumbuh menjadi pohon rindang yang mampu meneduhi semua yang ada dibawahnya dan mampu menumbuhkan bibit-bibit baru yang berkualitas serta unggul”
Di Gerakan Tunas Bangsa ini, kami juga bisa belajar dari para donatur yang ikhlas menyisihkan sebagian yang mereka miliki untuk kami. Di zaman seperti ini, orang umumnya akan lebih mementingkan dirinya sendiri, namun mereka inilah yang mau berbagi dengan kami, bahkan walaupun mereka tidak mengenal kami. Terima kasih untuk kakak-kakak donator, kami para mentee akan menggunakan donasi yang kakak berikan dengan sebaik-baiknya dan semoga Tuhan membalas kebaikan kakak donatur dengan sesuatu yang lebih baik aamiin.
Aku berharap kedepannya nanti akan bisa menjadi seperti mereka, kakak-kakak mentor dan kakak-kakak donatur, aku ingin sukses seperti mereka bukan hanya sukses untuk diri sendiri, namun kesuksesanku ini dapat dirasakan oleh orang lain serta dapat bermanfaat untuk orang lain.
Harapanku kedepannya nanti, semoga para mentee di masa datang akan mampu mengubah wajah Indonesia menjadi lebih baik lagi dan mampu menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa juga dunia. Aamiin…
Mulai Melangkah Jauh Menerima Amanah
Oleh : Naila Rahmaniyatul Wulida
Mentee Gerakan Tunas
Bangsa
![]() |
Mentee Naila Dilantik Menjadi Ketua IPPNU |
Malam 8 desember 2017 adalah malam dimana saya akan
dilantik menjadi ketua Ippnu Desa Karangmalang. Jantung sangat berdebar dan
penuh kegelisahan dibalik senyuman dan kegembiraan didepan orang-orang. Saya
selalu berfikir seketika, bagaimana saya bisa menjadi ketua, apakah saya bisa,
bagaimana nanti dengan hantaman-hantaman yang akan datang, apakah saya bisa
melewatinya, dan banyak lagi aku merenung. Namun semua itu hanya sia-sia saya
pikirkan, saya harus bisa memotivasi diri sendiri dan mulai bangkit dengan hal
baru yang akan memberikan saya banyak pengalaman dan pelajaran berharga.
Tiba saatnya aku bersaksi, berjanji dan mengatakan
lafadz-lafadz dalam sekertas pelantikan. Sedikit gemetar aku tutupi dengan
ketegasan dan kekuatan memulai langkah baru menjadi ketua. Pelantikan itu saya
dan teman-teman adakan bersamaan pengajian Maulid Nabi di lingkungan masyarakat
desa. Mungkin saya mengejutkan ibu dan keluarga lainnya ketika menaiki
panggung, memakai jaz hitam dan dilantik menjadi ketua.
Banyak masyarakat yang berkomentar positif tentang
saya dan memotivasi saya, saya anak orang biasa yang tak banyak dikenal orang
apalagi orang tua saya, setelah pelantikan itu banyak bertanya-tanya anak siapa
itu? Dan nama bapak-ibu saya mulai disebut-sebut. Bahagianya saya ketika
bapak-ibu saya mulai terkenal dan dikenal sebagai orang tua hebat karena
dibalik kehebatan anak-anaknya ada jasa dan pengorbanan orang tua yang berhasil
mendidik anaknya.
Sebuah tanggung jawab
dan amanah yang berat bagi saya karena baru pertama saya benar-benar akan
menghadapi masyarakat langsung setelah resmi menjadi ketua Ippnu Desa
Karangmalang. Menjaga anggota-anggotanya, menyayangi dan memperhatikan mereka,
mengayomi dan memajukan desa Karangmalang. Saya dan teman-teman akan mulai
melangkah melaksanakan beberapa progam kerja yang kebanyakan langsung terjun ke
masyarakat. Kami siap menghadapi setiap rintangan, ocehan dan apapun itu.
Semoga sukses dalam menjalani semua tanggung jawab ini selama 2 tahun, berjuang
di jalan Allah dan mempertahankan kebenaran. Amiin
Selasa, 28 November 2017
Nailul Akhla Alfatimi, Juara 2 kategori MC
Saya Nailul Akhla Alfatimi Mentee Gerakan Tunas Bangsa dari MAN 2 Kudus. Sabtu, 25 November 2017 Alhamdulillah saya mendapatkan Juara 2 kategori MC dalam lomba PORSENI dan OLIMPIADE yang diselenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Dawe. Rasa senang dan bangga tentu saya rasakan, usaha dan kerja keras saya lalui dengan penuh perjuangan.
Dimulai dari saya ditunjuk sebagai perwakilan ranting untuk mengikuti lomba tersebut merupakan suatu amanah yang harus saya lakukan dengan semaksimal mungkin, belum lagi deadline tugas sekolah yang harus diselesaikan. Bahkan ketika H-1 sebelum lomba berlangsung, ada perubahan naskah MC yang disediakan panitia.
Dari hal tersebut saya belajar bagaimana memanage waktu dengan baik, antara tugas sekolah dan tugas rumah harus berjalan dengan seimbang. Giat berlatih dan berusaha walaupun saat itu kondisi tubuh kurang fit, saya lakukan dengan semaksimal mungkin.
Apapun rintangan dan tantangan yang kalian hadapi, lakukanlah semuanya dengan niat ikhlas karena Allah, berusaha membanggakan orang lain, dan jadilah pribadi yang pantas bukan pribadi yang getas. Insha Allah hasil tidak akan mengkhianati dengan usaha yang kita lakukan.
Dimulai dari saya ditunjuk sebagai perwakilan ranting untuk mengikuti lomba tersebut merupakan suatu amanah yang harus saya lakukan dengan semaksimal mungkin, belum lagi deadline tugas sekolah yang harus diselesaikan. Bahkan ketika H-1 sebelum lomba berlangsung, ada perubahan naskah MC yang disediakan panitia.

Apapun rintangan dan tantangan yang kalian hadapi, lakukanlah semuanya dengan niat ikhlas karena Allah, berusaha membanggakan orang lain, dan jadilah pribadi yang pantas bukan pribadi yang getas. Insha Allah hasil tidak akan mengkhianati dengan usaha yang kita lakukan.
Minggu, 29 Oktober 2017
Percaya Diri Membawa Saya Mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah Jawa Tengah
Pada
Jum’at 15 September 2017, saya Cindi Apreliani Citra Ayu (Mentee Gerakan Tunas Bangsa dari SMK 3 Kudus) dan seluruh siswa
perwakilan sekolah masing-masing mengkuti seleksi Perkemahan Wirakarya Daerah
IX kwartir Daerah Jawa Tengah Kontingen KUDUS. Saya terpilih untuk mewakili
Kwarcab Kudus dalam kegiatan ini bersama teman-teman lainnya yang lolos seleksi
ketat sebelumnya.
Setibanya
di sanggar Kwarcab Kudus, kami semua kontingen semangat untuk mengikuti seleksi
ini. Rasa minder pasti ada ketika menatap semua teman-teman yang memiliki bakat
dan kemampuan yang luar biasa dalam bidang kepramukaan. Namun hal tersebut
menjadi pacutan semangat untuk saya Pribadi dalam mengikuti seleksi ini. Berbekal
persiapan fisik, materi, doa dari orang tua dan rasa percaya diri yang saya
punya, membuat saya berani untuk mengikuti seleksi dalam kegiatan ini.
Beberapa tahapan Tes Seleksi telah
saya ikuti dimulai dari Tes Fisik, Tes Tertulis, dan Wawancara. Setelah lama
menunggu beberapa hari kemudian akhirnya nama saya tercantum dalam pengumuman
di IG DKC Kudus, dan
dinyatakan lolos mengikuti PWD JATENG IX. Nama saya berada diantara 20 peserta
yang lolos dari 86 peserta seleksi pramuka penegak dan pandega se-Kabupaten
Kudus. TC (Training Centre) 12 kali latihan pun saya ikuti dengan penuh
semangat untuk bisa memberikan yang terbaik di acara Perkemahan Wirakarya
Daerah Jawa Tengah nantinya.
Tanggal 17-23 OKtober
2017 saya pun mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah IX Jawa Tengah Kwartir
Daerah Jawa Tengah kontingen Kudus, di desa Karanggadung kecamatan Petanahan
Kab, Kebumen.
Selama seminggu saya mengikuti
berbagai giat disana, inti dari kegiatan ini adalah berbakti kepada masyarakat.
Berikut gambaran kegiatan kamis selama pekemahan berlangsung.
- Giat Umum (Upacara Pembukaan PWD,Welcoming Party, Rembugan Bareng Mas
Ganjar, Pengajian, Pesta Rakyat Wirakarya, Api Unggun Dan Malam Cakra,
Upacara Penutupan PWD)
- Giat Rutin
(Korve, Olah Raga, Upacara Pengibaran Bendera, Upacara Penurunan Bendera,
Pam Swakarsa)
- Giat Bakti Fisik
(Bedah dan Benah Rumah, Pembangunan Talud, Pembangunan Sanitasi dan
Jambanisasi, Pembuatan Fasilitas Desa Ramah Anak, Perbaikan Tempat Ibadah,
Bersih Desa)
- Giat Bakti Non
Fisik (Aksi Perlindungan anak dan Gender, Fund Raising, Pemanfaatan
Teknologi Tepat Guna, Pembuatan Perpustakaan Desa, Posyandu Lansia,
Penanaman Pohon, Jika Aku Menjadi)
- Giat
Keterampilan (Pembuatan Makanan Khas Kebumen, Pembuatan Kerajinan Khas
Kebumen, Belajar Tari Khas Kebumen, Pelatihan Penggunaan Radio Lokal,
Teknik Pemeriksaan Kesehatan)
- Giat Wawasan
(Jurnalistik, Pramuka Masa Kini, Enterpreneurship, Sosialisasi SOP Gudep
Perti, Peningkatan Kualitas PKK, We Are Volunteer, Konvensi Hak Anak)
- Giat
Persaudaraan (Temu Pinsa, Outbond Pantai, Pentas Seni, Permainan
Tradisional, Pramuka Mengajar, Anjangsana)
- Giat wisata
(Paket Wisata)
- Giat Pinkoncab
dan Bindamping (Welcome Night, Temu Pinkon, Pelatihan Pembuatan Makanan
Khas, Wisata, Workshop, Bedah dan Benah Rumah, Futsal Cup)
Alhamdulillah acara berjalan lancar. Saya bersyukur atas
pengalaman ini, karena saya mendapatkan banyak ilmu, teman, dan belajar tentang
ilmu kehidupan. Nilai-nilai yang saya miliki semakin kuat dan membentuk
karakter diri saya. Percaya diri, pantang menyerah, terus berjuang, memberikan
yang terbaik, kerjasama, rendah hati dan terus belajar adalah beberapa hal yang
saya dapatkan dan akan terus saya kembangkan.