Gerakan Tunas Bangsa

Gerakan Tunas Bangsa merupakan gerakan mentoring yang berfokus pada pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan melalui aktivasi nilai-nilai kebaikan dalam diri generasi muda bangsa Indonesia.

Keluarga Besar Gerakan Tunas Bangsa

Foto bersama pengurus dan mentee Gerakan Tunas Bangsa.

Mentee Gerakan Tunas Bangsa

Mentee Gerakan Tunas Bangsa adalah penerima beasiswa plus. Selain menerima beasiswa mereka juga menerima berbagai pelatihan pengembangan diri.

Mentor dan Mentee

Mentor memberi berbagai materi pengembangan diri kepada mentee

Penyerahan Beasiswa

Mentee menerima beasiswa plus.

In Class Training

Mentee menerima materi pengembangan diri yang dilakukan di dalam ruangan. Kami berkerja sama dengan sekolah mentee dalam melakukan kegiatan pelatihan.

Minggu, 22 April 2018

Rencana Terbaik Tuhan


Berawal dari beberapa Organisasi  yang saya ikuti di kelas X seperti; OSIS, Pramuka, PBN, dan lain-lain. Dari sinilah saya mulai menerapkan apa saja yang telah di ajarkan di Tunas Bangsa. Saya mulai berani bertanya dan mengungkapkan pendapat saya, terkadang faktor malu, takut salah, dan takut terhadap senior sering mengganggu fikiran saya. Di organisasi Pramuka memang terdapat beberapa senior yang  amatlah baik, hingga beberapa teman menganggap “apa karena dia penggalang garuda di SMP? sehingga dinomor satukan disini”. “Mungkin hanya lencana garuda yang ia kenakan, tapi apakah kualitasnya sebaik dari apa yang ia kenakan?”. Awal dari perjalananku di SMK yang penuh dengan orang-orang hebat dan orang-orang yang meragukanku.

Benar ini baru awal, sehingga mereka melihat sisi luarku. Dari perkataan merekalah yang membuat “Saya harus melakukan kinerja yang baik di Organisasi ini”. Beberapa bulan kemudian diadakannya Pemilihan Calon Ketua OSIS SMKN 3 Kudus tahun 2016, melihat 3 foto kandidat terpajang di mading sekolah, dalam hati saya berkata “kapan saya akan seperti mereka?”. Sejak itu saya mulai fokus dengan tanggung jawab saya sebagai sekretaris OSIS di kelas X, tak lupa mengimbangi dengan tugas di ambalan sebagai Kerani. ‘Sama-sama bergelut di bidang Administrasi sungguh kebetulan yang indah’.

Waktu terus berlalu dengan cepat tanpa disadari, belajar, belajar, dan belajar dalam segala aspek. Hingga tiba saatnya untuk pemilihan ketua OSIS SMKN 3 KUDUS tahun pelajaran 2017/2018. Dan tak kupercaya bahwa namaku yang menjadi usulan ketua Osis periode lalu. Sungguhkah ini sebuah jawaban dari pertanyaanku?


Cindi menjadi salah satu kandidat ketua OSIS SMK 3 Kudus


Dan benar inilah yang terjadi, menjadi kandidat Calon Ketua Osis di periode ini. Semangat dalam berorganisasi pun semakin bertambah saat itu, siapapun yang akan terpilih nantinya saya akan siap menerima. Menjadi salah satu kandidat saya sudah sangat bersyukur, namun bukan alasan untuk  cepat puas akan apa yang belum didapatkan. Persiapan mulai dari visi misi, kampanye, dan mental tentunya. Bagaimana organisasi kedepannya, akan saya bawa kemana dan saya apakan jika saya terpilih. Hingga saat hari pemilihan pun telah tiba, alur pemilhan yang dilalui dengan lancar. Perhitungan suara pun dilakukan dan mendapatkan hasil akhir :
  1. Achmad Mukhoffifin                      : 176 suara
  2. Cindi Apreliani Citra Ayu N.N       : 351 suara
  3. Bagas Adi Saputra                          : 441 suara

Jelas siapa yang terpilih menjadi ketua osis periode ini, bukanlah hal yang terlalu saya pikirkan mengenai kegagalan ini.

Setelah beberapa bulan move on dengan kegagalan, akhirnya persiapan dan pematangan kelomppok teaterku berbuah hasil saat itu. Ini hasil jerih payah kami latihan beberapa minggu yang sangat menguras energi. Semoga ini tidak membuat kami tinggi hati dan puas diri.


Dan benar beberapa bulan kemudian kembali saatnya pemilihan Pradana di Ambalan. Dan tak pernah terpikirkan bahwa sayalah yang mendapat suara tertinggi di antara kandidat lain. Tepat tanggal 21 Desember 2017 pelantikan dilaksanakan di SMKN 3 KUDUS.

Pelantikan Pradana Ambalan SMK 3 Kudus.

Sebuah kesempatan yang digantikan kesempatan lain yang lebih berharga, semangat baru dan tanggung jawab lebih yang kupikul dalam organisasi ini. Dengan mengerahkan segala pikiran, ilmu, tenaga, kepengurusan yang terencana dan terarah. Sembari terus bertumbuh menjadi lebih baik, sikap senang mendelegasikan dan mengerjakan sesuatu untuk tim (anggota) tidak akan mengurangi jatah rezeki dan ilmu yang berkah untuk saya. Sekarang saya yakin bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik untuk masing-masing umatnya, hanya saja seberapa besar kita menghadapi tantangan yang berliku dan sabar untuk menghadapi.

Saya masih belajar untuk ini, dan perlahan saya akan mampu dengan semua itu. Saya yakin saya bisa dan kalian bisa lebih dari saya! yakin akan kemampuan yang kita miliki.

Karya : Cindi Apreliani Citra Ayu Neng Nera
(Mentee Gerakan Tunas Bangsa)

Share:

Rabu, 11 April 2018

Perjuangan Mentee Alditta untuk Menjadi Duta Muda Anti Narkoba Jawa Tengah 2018


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Apa kabar kawan? Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, ya… amiinn…

Februari lalu tepatnya 11-14 Februari 2018, 10 siswa/i termasuk saya diamanahi MAN 2 Kudus untuk mengikuti pemilihan Duta Muda Anti narkoba Jawa Tengah 2018. Di satu sisi, senang sekali. Namun di sisi lain, diamanahi mengikuti lomba ini cukup berat. Lantaran lomba ini tidak menganut syarat peserta yang dikategorikan sesuai pelajar/mahasiswa, melainkan usia 16-20 tahun. Jelas sekali, bukan? Pelajar akan bersaing dengan mahasiswa/i yang mungkin jauh berpengalaman. Aspek penilaian yang diajukan tidak hanya pandai dalam berpidato, namun juga berdiskusi, dan menyusun makalah.   


Kegiatan ini diadakan oleh Gannas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) & MUI (Majelis Ulama Indonesia) sehingga sebagian besar untuk pelajar yang diundang berasal dari madrasah, namun ada juga yang dari menengah atas dan kejuruan. Begitu pun mahasiswanya, pesertanya bebas kalangan dan agama, asalkan usianya berkisar 16-20 tahun. ^^ Tujuan diadakan kegiatan ini agar menambah aktif partisipasi pemuda-pemudi dalam keperduliannya terhadap Negara, mengingat Indonesia dewasa ini semakin marak saja kasus narkoba yang terjadi.  


Di hari pertama, saya akan melalui tahap FGD (Focus Group Discussion) yakni diskusi mengutarakan pendapat masing-masing mengenai permasalahan tentang narkoba di Indonesia. Alhamdulillah, lancar meskipun saya tidak bisa mendeskripsikan saya mampu menjawab pertanyaan dewan juri dengan benar atau tidak. Di hari kedua, yakni sesi pidato. Alhamdulillah, saya telah melakukannya dengan semaksial mungkin. Meskipun, ketika pungumuman grand final 25 besar menyatakan tidak tercantum nama saya. Namun, saya belajar banyak dari kegiatan ini. Setidaknya saya telah mencoba dan berikhtiar. Saya cukup bangga karena teman saya ada yang masuk sampai grand final 8 besar. Bahkan, Juara 2 Runner Up Duta Muda Anti Narkoba Jawa Tengah 2018.

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan, saya semakin memahami tentang kebersamaan bersama rekan-rekan saya, rasa grogi ketika tampil di khalayak ramai, segera melapor bila terjadi sindikat narkoba di lingkungan sekitar. Saya tidak merasa sedih bila tidak terpilih sebagai duta, karena siapapun dapat menjadi duta tanpa harus diberi award. Ya, saya akan berpartisipasi dan lebih tanggap bila terjadi sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Keberhasilan orang lain bukan berarti kegagalan bagi kita. Tidak ada sesuatu yang sia-sia, semua akan berdampak dalam kehidupan kita baik jangka pendek maupun panjang.



Share:

Sabtu, 07 April 2018

“Sehari Jadi Relawan, Selamanya Berkesan dan Penuh Pembelajaran”


Tanggal 17 Maret 2018 Gerakan Tunas Bangsa mengadakan sebuah acara untuk para mentee yang dinamakan “Mentee Peduli”. Acara ini bermaksud membuat para mentee menjadi relawan sehari di masing-masing tempat yang sudah ditentukan sebagai objek pelaksanaan kegiatan. Mentee Tunas Bangsa dibagi menjadi 4 kelompok, kami kebagian kelompok 3 anggotanya antara lain Nailul, Fahmi, Aina, Nailis, Erlangga, Dilla, Lily, Asnawi, Rafi, Luthfi, dan Ika. Masing-masing kelompok mendapatkan 3 orang fasilitator, kelompok kami dibimbing oleh kakak fasilitator yaitu kak umi, kak atika, dan kak siska.


Sebelum kegiatan dilaksanakan, kami kelompok 3 mengadakan meet up untuk membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan, antara lain penentuan tempat kegiatan, rundown acara, konsep acara, pembagian tugas, dan hal lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Dimulai dari penentuan tempat kegiatan yang pernah mengalami penolakan dan kebingungan menentukan sekolah yang tepat dikarenakan tanggal pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan hari libur nasional, jadi kami memutuskan MI Mafatihul Ulum Sunggingan sebagai tempat pelaksaan kegiatan, mengingat kondisi MI tersebut yang memungkinkan untuk kami menjadi relawan disana.


Ketika hari itu tiba, kami para mentee kelompok 3 segera ke lokasi kegiatan karena adik-adik disana sudah menunggu. Kami begitu terkejut karena melihat antusias mereka yang luar biasa, mereka menyambut kami dengan penuh semangat, kegembiraan, dan penuh canda tawa, membuat kami menjadi semakin bersemangat untuk memberikan motivasi dan hal-hal yang membuat mereka berkesan. Sebelum memasuki kelas, adik-adik dikumpulkan di lapangan untuk mengadakan apel penyambutan terlebih dahulu, setelah itu kami memberikan ice breaking dengan melakukan joget “making melodies” bersama, kami sangat senang karena adik-adik begitu menikmati dan bersemangat mengikuti apa yang kita lakukan. Setelah joget-joget selesai, salah satu dari kami yaitu mentee Erlangga menampilkan aksi pencak silat dihadapan adik-adik agar mereka termotivasi untuk melatih kemampuan skill yang mereka miliki.

Setelah kegiatan di lapangan selesai, adik-adik masuk ke kelas masing-masing. Sebelumnya, kami telah sepakat membagi kegiatan ini menjadi 2 sesi, dikarenakan adik-adik terlalu banyak jumlahnya dan kami mengambil siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Masing-masing mentee sudah kami bagi tugas menjadi koordinator di kelas yang sudah ditentukan. Untuk sesi pertama, kelas 4, 5, dan 6 kami kumpulkan di aula untuk menyaksikan sesi pemutaran video sedangkan kelas 1, 2, dan 3 berada di ruang kelas masing-masing. Untuk sesi kedua, adik-adik kelas 1, 2, dan 3 berada di aula sedangkan kelas 4, 5, dan 6 berada di kelas masing-masing.


Ketika sesi pemutaran video, kami menayangkan beberapa film animasi anak-anak yang berisikan konten postif agar adik-adik bisa termotivasi dan mengambil pelajaran di dalamnya. Oleh karena itu, setelah film selesai diputar kami memberikan pertanyaan dan jika bisa menjawab adik-adik diberikan hadiah. Mereka sangat antusias memperhatikan film yang ditayangkan dan banyak yang berpartisipasi untuk menjawab pertanyaan dengan penuh kegembiraan dan semangat. Selain itu, kami juga mengajak adik-adik bernyanyi dan bermain games mendidik agar mereka terhibur.

Saat adik-adik berada di kelas masing-masing, kami memberikan berbagai macam kegiatan yang mengasyikan. Bagi kelas 1 dan 2 kami buat sesi untuk mewarnai, pendeskripsian, dan peragaan cita-cita. Ketika kegitan mewarnai dimulai, mereka begitu antusias untuk mewarnai dengan bagus bahkan ada yang sampai meminta gambar lagi untuk mereka warnai. Mereka mempunyai cita-cita yang bermacam-macam, ada yang ingin menjadi dokter, polisi, guru, dan masih banyak lagi dan ketika peragaan cita-cita adik-adik melakukannya dengan sangat baik dan kelucuan adik-adik membuat kami tertawa riang melihat tingkah polos mereka. Bagi kelas 3 dan 4 adalah sesi adik-adik untuk membuat kerajinan bentuk burung-burungan dari kertas origami, kami mengajarinya dengan penuh kesabaran dan ketelitian, karena tak mudah mengajari adik-adik satu persatu dengan berbagai karakter yang berbeda. Sedangkan untuk kelas 5 dan 6 kami buat sesi bercerita pengalaman dan motivasi kedepannya agar melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kami salut dengan adik-adik, mereka begitu memperhatikan kami dengan penuh saksama, mengikuti arahan dan bimbingan kami dengan penuh keceriaan.


Setelah semua kegiatan dilaksanakan, sesi terakhir adik-adik membuat kritik dan saran kepada kami. Semuanya menulis bahwa adik-adik merasa senang dengan kedatangan kami, bahkan ada sebagian dari mereka memita kami lain waktu untuk datang lagi menghibur, memberi pelajaran dan motivasi kepada adik-adik. Momen-momen seperti ini membuat kami merasa sangat terkesan, terharu, dan tidak menyangka bahwa apa yang kami berikan hanya dalam waktu setengah hari saja membuat semuanya begitu berarti. Padahal kami tak memberikan suatu bentuk materi atau apapun, kami hanya memberikan apa yang bisa kami bagi dan hal itu membuat adik-adik merasa termotivasi dan berharap kedatangan kami lagi. Karena pada dasarnya “Untuk bisa berbagi tak perlu menunggu sampai Anda berkecukupan, berbagilah mulai sekarang walaupun hanya sebuah senyuman. Karena esensi dari berbagi adalah ketika orang lain merasa bahagia dengan apa yang kita berikan.” Said Harly Umboh.

Setelah membuat kritik dan saran tibalah pada saat sesi penutupan, adik-adik diminta untuk membubuhkan tanda tangan ke dalam banner kosong sebagai kenang-kenangan dari kami dan kami juga memberikan sertifikat kepada bapak kepala sekolah MI Mafatihul Ulum karena sudah berkenan memberikan izin tempat untuk kami jadikan sebagai objek kegiatan “Mentee Peduli”. Setelah itu, kami melakukan sesi foto bersama dengan adik-adik semua.


Itulah serangkaian kegiatan dari kelompok 3 dalam kegiatan “Mentee Peduli” kali ini, dari sini kami belajar bahwa menjadi relawan itu tidak mudah, dibutuhkan kesabaran menangani adik-adik apalagi yang masih berusia kecil. Selain itu, terkadang ada juga dari mereka yang tidak mau memperhatikan kami, tidak mau menurut, dan sering keluar masuk kelas membuat kami kewalahan mengatasinya. Tapi, hal itu tak menjadi masalah karena kami melakukannya dengan senang hati dan dengan niat yang ikhlas. Melihat adik-adik semua senang, kami pun juga merasa senang. Apapun yang kami berikan semoga bermanfaat bagi adik-adik semua dan membuat kami terkhususnya Mentee Gerakan Tunas Bangsa menjadi semakin aktif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam menjalankan tugas yang sudah diamanahkan. Keep spirit untuk semua.











Share:

Like Fanpages