Gerakan Tunas Bangsa

Gerakan Tunas Bangsa merupakan gerakan mentoring yang berfokus pada pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan melalui aktivasi nilai-nilai kebaikan dalam diri generasi muda bangsa Indonesia.

Keluarga Besar Gerakan Tunas Bangsa

Foto bersama pengurus dan mentee Gerakan Tunas Bangsa.

Mentee Gerakan Tunas Bangsa

Mentee Gerakan Tunas Bangsa adalah penerima beasiswa plus. Selain menerima beasiswa mereka juga menerima berbagai pelatihan pengembangan diri.

Mentor dan Mentee

Mentor memberi berbagai materi pengembangan diri kepada mentee

Penyerahan Beasiswa

Mentee menerima beasiswa plus.

In Class Training

Mentee menerima materi pengembangan diri yang dilakukan di dalam ruangan. Kami berkerja sama dengan sekolah mentee dalam melakukan kegiatan pelatihan.

Sabtu, 02 Januari 2016

Galeri Launching & Gathering Keluarga Besar Tunas Bangsa

Berikut Galeri Kegiatan Launching & Gathering Keluarga Besar Tunas Bangsa , Pada Tanggal 2 Januari di Aula SMA 1 Kudus
Foto Mentor Bersama Mentee
Registrasi Mentee
Acara Dimulai
Acara Dimulai
Kak Eko Memberi Pelatihan Softskill Tentang Membangun Percaya Diri
Mentee Serius Menyimak Motivasi dari kak Eko
Kak Lana dengan Serius tapi Santai Membawa Acara
Kak Miya Memecah Serius Menjadi Tawa Dengan Game
Mentee mengikuti gerakan Kak Miya
Mentee mengikuti gerakan Kak Miya
Berbaris Kita Gerakan Badan
Perahtian Aba Aba..
Bentuk Formasi Lingkaran Kita Saling Mengenalkan Diri
Hai Kita Senang Saling Mengenal
Games Apa Persamaan Kita
Tulis Persamaan Hobi Mu ya..
Lihat ya apa hobi kamu
Setelah Bergerak Waktu nya Makan Bersama
Setelah Bergerak Waktu nya Makan Bersama
Mentee Berbagi Apa yang Mereka Dapat Setelah Mengikuti Acara Kita
Penyerahan Beasiswa Kepada Mentee

Mentee Menerima Beasiswa
Penyerahan Cendera Mata kepada Mentee yang Aktif
Menulis Surat Untuk Donatur
Mentor Sedang Bercanda
Ayo Senyum Kita Welfie

Share:

Launching & Gathering Keluarga Besar Tunas Bangsa

Gerakan Tunas Bangsa kembali mengadakan kegiatan yang mengambil tema “Launching & Gathering Gerakan Tunas Bangsa “.  Acara tersebut diadakan di  ruang Aula SMA 1 Kudus pada hari Sabtu (2/1).  Acara yang dihadiri oleh 24 orang penerima beasiswa (Mentee) Gerakan Tunas Bangsa, pengurus, beserta donatur berjalan dengan lancar. Acara Launching & Gathering Gerakan Tunas Bangsa  ini sengaja digelar untuk pengenalan dan penyerahan beasiswa secara langsung oleh para donatur kepada Mentee. Beasiswa tersebut diharapkan mampu membantu Mentee untuk menunjang kegiatan belajar dalam menempuh pendidikan.

Acara dibuka pukul 08.30 WIB dengan pengenalan Gerakan Tunas Bangsa, kegiatan apa saja yang akan diadakan ,  dan peran donatur sebagai mentor.  Acara pembukaan tersebut disampaikan oleh Managing Director, Suhariyanto. Selanjutnya para mentee dipandu oleh Lamiya Mu’nisatuz Zahro dan M Farokh Purboyo untuk game. Game tersebut bertujuan untuk lebih mendekatkan dan mengakrabkan  para mentee Gerakan Tunas Bangsa, sehingga tercipta rasa kebersamaan.

Sesi berikutnya adalah pengenalan dan motivasi tentang pentingnya menempuh pendidikan tinggi oleh Eko Sugiarto. Dengan pendidikan tinggi diharapkan mentee mampu meraih masa depan yang lebih baik dan dapat bermanfaat bagi sekitar. Dilanjutkan dengan permainan, istirahat, dan makan siang yang sekaligus dijadikan ajang diskusi dan sharing mentee dengan mentor. Terakhir ditutup dengan acara penyerahan beasiswa.

Kedepanya Gerakan Tunas Bangsa akan terus mengadakan kegiatan rutin untuk membantu Mentee menjadi pribadi yang berdaya,berkarakter,memiliki keterampilan,daya juang,daya saing, dan memiliki motivasi untuk maju meraih masa depan yang lebih baik. Serta mempunyai harapan  menjadi gerakan yang kuat dan memberikan dampak bagi sekitar, mandiri secara finansial dan organisasi.


Lihat Galeri Selengkapnya ..
Share:

Jumat, 11 Desember 2015

Profil Mentee : Sevi Ayu Khasanah

Sevi Ayu Khasanah biasa dipangil Sevi merupakan siswi SMA Muhammadiyah Kudus. Hobi Sevi bermain  basket. Sevi adalah anak dari pasangan Bapak Sutanto dan Ibu Subiyanti. Ayah Sevi bekerja sebagai tukang becak dan ibu Sevi adalah ibu rumah tangga.

Kegiatan yang sering diikuti oleh Sevi adalah HW (Hizbul Wathon) dan basket ball, namun Sevi belum mendapatkan juara dalam bidang basket ball sampai saat ini. Cita-cita Sevi adalah ingin menjadi penggusaha sukses agar bisa membanggakan orang tua dan menaikan derajat orang tua ke tingkat yang lebih tinggi.

Harapan Sevi bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dengan bantuan dan motivasi dari Gerakan Tunas Bangsa. Bersama dengan gerakan ini dapat membuat Sevi lebih semangat untuk belajar agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Share:

Kamis, 10 Desember 2015

Profil Mentee : Muhammad Misbahul Munir

“Sesungguhnya ilmu bisa didapat dengan belajar” merupakan filosofi pendidikan yang selalu yang dijunjung Muhammad Misbahul Munir untuk belajar kepada siapapun sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya terutama nikmat akal. Menurutnya, akal adalah satu-satunya nikmat yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan yang lain.

Terlahir dan tumbuh di keluarga yang sederhana, Munir sekarang bisa duduk sebagai pelajar di MA NU TBS KUDUS karena kebaikan keluarganya. Sejak kecil Munir mendapat kasih sayang dan perhatian yang luar biasa dari keluarganya terutama di bidang pendidikan. Kasih sayang dan perhatian yang Munir terima mendorongnya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Munir merupakan siswa yang berprestasi. Selama di MTS, Munir mendapatkan ranking 3 besar paralel di sekolahnya. Selain belajar, Munir juga aktif di beberapa kegiatan organisasi di sekolah. Sekarang Munir menjabat sebagai koordinator departemen sosial dan humas PP-IPNU. Sebuah organisasi pelajar di bawah naungan Nahdhatul Ulama (NU). Sebagai seorang koordinator Munir bertanggung jawab terhadap semua progam kerja yang ada di departemennya. Di MA NU TBS KUDUS sendiri, PP-IPNU mempunyai peran ganda, selain berperan sebagai PP-IPNU, juga berperan menjadi OSIS seperti organisasi di sekolah pada umumnya. Selain kesibukan sekolah dan organisasi, Munir sendiri juga menjadi santri di pondok pesantren RAUDLOTUL MUTA’ALIMIN, yang terletak di kawasan santri kota Kudus.

Di Pondok Pesantren, Munir mendapat amanat untuk menjadi anggota MPS (Majelis Permusyawaratan Santri) untuk seksi keamanan. MPS (Majelis Permusyawaratan Santri) merupakan organisasi santri yang bertugas untuk membantu progam kerja pengurus dan di tahun yang akan datang kemungkinan besar anggota MPS akan menjadi pengurus pondok.

Munir sangat yakin bahwa kesungguhannya dalam belajar, prestasi akademik yang dimilikinya, dan keaktifannya dalam berorganisasi mengantarkannya untuk mendapatkan beasiswa TUNAS BANGSA. Melalui beasiswa ini, Munir berharap bisa mewujudkan kemerdekaan yang bukan hanya menggulung kolonialisme, melainkan untuk menggelar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dimana salah satu isinya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
Share:

Profil Mentee : Muhammad Fais Yusron

Muhammad Fais Yusron atau sering dipanggil Fais, dia berasal dari Demak. Sudah lebih dari setahun ini menuntut ilmu di Madrasah Aliyah NU TBS Kudus. Saat ini dia duduk di kelas  XI IPA 1. Selain bersekolah, sekarang dia juga sedang nyantri di Pondok Pesantren Ma’had Darut Ta’lim Al Mu’thi Kudus. Membaca buku merupakan kegiatan yang disukainya. Di rumah, ia tinggal bersama kedua orang tua dan seorang kakak, yang mana kakaknya juga masih mondok di daerah Menara Kudus dan bersekolah di Madrasah Qudsiyyah.

Kegiatannya  setiap hari dimulai dengan mengaji  shorogan subuh di pondok, kemudian berangkat sekolah sampai pukul 13.30. Namun sejak dia terpilih menjadi Sekretaris Umum PP-IPNU TBS Kudus, tak seperti siswa yang lainnya yang langsung pulang, namun dia mengerjakan tugas-tugasnya sebagai sekretaris OSIS, hingga tak jarang dia pulang sampai sore bahkan malam hari. Dia memanfaatkan kegiatan OSIS ini sebagai tempat untuk melatih “leadership” atau kepemimpinanya untuk bekal hidup di masyarakat. Terlepas dari kegiatan itu semua, dia tetap mengutamakan belajar, karena tak ada pemimpin yang tak berilmu. Tak hanya sekedar belajar, namun dia telah berusaha membuktikan hasil belajarnya dengan berpartisipasi dalam berbagai lomba, diantaranya seperti lomba Olimpiade Matematika Nasional, Olimpiade Fisika Nasional, Lomba Sains Islami tingkat Jateng, Olimpiade PMR tingkat Jateng, dan masih banyak lagi. Menurutnya, tujuan mengikuti berbagai lomba ini bukan hanya untuk mencapai gelar juara, namun juga untuk mendapatkan pengalaman, seperti bertemu dan bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain. Prestasi yang pernah ia raih yaitu menjadi Finalis 50 Besar Lomba Matematika Nasional yang diselenggarakan oleh HIMATIKA FMIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Ada banyak sekali cita-cita atau harapannya di masa mendatang. Dan cita-cita yang paling utama yaitu membahagiakan kedua orang tuanya dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tuanya diusahakan dengan berbagai cara, misalnya menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, tidak mengecewakan orang tua, membuat orang tua selalu tersenyum akan prestasi yang telah dicapainya. Kemudian untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya dia usahakan dengan cara berperan aktif di masyarakat, membantu orang-orang yang membutuhkan, dan membuat orang merasa bahwa Kedatangnnya Dan Kepergiannya Memberi Pengaruh Tersendiri. Selain itu cita-citanya menjadi seorang dokter dirasa akan cukup untuk membantu sesama dengan mengobati orang-orang yang sakit. Namun selain menjadi dokter dia juga berkeinginan menjadi seorang perancang tata kota yang tak lain karena dia ingin merancang dan membenahi kota asalnya yaitu Demak. Dan yang terpenting cita-citanya dalam waktu dekat yaitu dapat Lolos masuk PTN yang diingankannya dengan prodi perencanaan wilayah dan kota, teknik arsitektur atau kedokteran, bahkan bisa kuliah di PTLN seperti NUS atau MIT.
Share:

Like Fanpages